.
4shared.com - Free file sharing and storage

Senin, 01 Juni 2009

Sebuah Transformasi agar Komputer Kembali Menyenangkan


Jakarta - Masa depan adalah masa kini yang akan datang. Buah transformasi dari hasil inovasi masa lalu, di mana dalam tahapannya harus melalui banyak revolusi demi mencapai satu resolusi: kehidupan yang lebih baik lagi. Menyenangkan.

Pesan, ide, dan pemikiran semacam ini yang sekiranya ingin disampaikan Hewlett Packard (HP), sang raksasa komputer asal Palo Alto, California, Amerika Serikat, secara implisit dalam gelaran event 'Touch the Future. Now' di Beijing, China, pekan lalu.

DetikINET, diwakili Achmad Rouzni Noor II, menjadi satu-satunya media online dari Indonesia -- di antara puluhan media besar dari Asia Pasifik dan Jepang --yang diberi kesempatan menyaksikan langsung hasil dari transformasi yang dilakukan HP, untuk satu tujuan: eksistensi di masa depan.

Tentu tak hanya eksistensi untuk sekadar bertahan saja yang diharapkan HP, namun eksistensi sebuah kepemimpinan dalam industri komputer di era kini dan mendatang. Eksistensi untuk terus berkreasi dan berinovasi.

"Inovasi sudah menjadi darah kami. Inovasi adalah DNA kami," lantang Dennis Mark, Vice President & General Manager, Desktop Business Unit PSG, HP Asia Pasific & Japan, di hadapan para jurnalis.

Dalam kesempatan kali ini, HP yang diwakili divisi Personal Systems Group (PSG), coba menunjukkan eksistensinya dalam berkreasi dan berinovasi dengan memperkenalkan sejumlah produk teranyar, mulai dari komputer personal (PC) desktop, hingga portabel.

Portofolio terbaru PC desktop yang dipamerkan HP a.l. Compaq Presario CQ3000, HP Pavilion Slimline s5000, dan HP Pavilion Elite e9000, HP Pavilion MS200, HP t5730w Thin Client, HP TouchSmart IQ800, dan HP dx2810 Special Edition PC.

Sementara, untuk jajaran komputer portabel jinjing a.l. notebook HP Pavilion dv2 Series, HP Probook 4410s, 4415s, 4510s, 4515s, 4710s, serta netbook HP Mini 110.

Kembali Personal

Bisa dikatakan, "personal" menjadi kata kunci yang dipilih HP dalam inovasinya kali ini. HP nampaknya menyadari, untuk memenangkan hati pengguna, bukan pengguna yang harus mengerti komputer. Namun komputer lah yang seharusnya memahami apa saja keinginan pengguna.

Untuk mengembalikan komputer pada khittah-nya sebagai kebutuhan personal, HP tentu harus memahami terlebih dulu apa saja yang dibutuhkan seorang pengguna. Tak hanya satu-dua pengguna komputer, tapi pengguna secara keseluruhan.

"Pendekatan personal mutlak diperlukan. Saya sendiri turun langsung untuk memantau segala perkembangan, mulai dari forum online para pengguna sampai pendekatan personal secara offline dengan bertemu langsung," ungkap Stacy Wolff, Director of Notebook Design HP.

Dalam kapasitasnya sebagai desainer dari seluruh tampilan komputer HP, bersama mitranya Randall Martin, Director of Desktop PC Design, ia menilai tampilan luar PC desktop maupun laptop tak kalah penting dari jeroan yang ada di dalam sebuah komputer.

"Jeroan sebuah komputer mungkin boleh sama dengan yang dimiliki kompetitor. Tapi tidak dengan desain yang membungkusnya menjadi mahakarya indah," demikian menurut mereka.

Sebagai sosok yang perfeksionis, Wolff dan Martin, nampak sangat memperhatikan detail sampai pada hal yang terkecil. Masalah tampilan warna, misalnya, ia sampai harus mengumpulkan beragam inspirasi dari banyak hal dan banyak tempat.

"Warna merah bagi kita mungkin saja terlalu merah bagi orang lain. Kita tidak bisa memaksakan apakah merah yang satu ini disukai sama seperti merah-nya orang itu. Setiap orang memiliki cita rasa berbeda," sambung Wolff yang kerap mencari inspirasi dari tren mode terkini di Milan, Italia.

Desain bagi HP juga tak hanya sekadar warna. Perusahaan besutan Bill Hewlett dan David Packard tersebut juga memerhatikan rancang bangun produk besutannya agar kuat dan kokoh di segala kondisi.

Untuk Workstation PC, misalnya, HP sampai merasa perlu berkolaborasi dengan produsen mobil BMW, agar casing PC miliknya bisa menunjang segala aktivitas komputasi berat namun tetap cepat bak sebuah mesin mobil balap.

"Mengapa kita acap kali membuka kap mobil sport saat sedang berkendara. Sebab kita tak tahan untuk memamerkan kehebatannya pada orang lain," kelakar Dennis Mark, Vice President HP Desktop Business Unit, Asia Pasifik & Jepang.

Tentu tak hanya desain sporty yang ingin ditonjolkan HP. Namun juga kemampuannya. Workstation yang sejatinya ditujukan untuk pengguna yang berkutat dengan pekerjaan komputasi berat, seakan ingin dihibur dan diberi insentif kebanggaan menggunakan komputer yang kemampuannya disetarakan dengan Workstation Macintosh, milik Apple.

"Kami tak kalah hebat dengan Mac dalam hal desain grafis. Buktinya, Dreamworks yang menggunakan Workstation kami bisa menghasilkan karya animasi tiga dimensi yang hebat dalam film terbaru mereka, Monsters versus Aliens," sebut Dennis dengan bangganya.

Semua Segmen

Sebuah komputer baru bisa dikatakan personal jika mampu menjangkau semua segmen. Baik dari sisi desain, kemampuan dan kekuatan komputasi yang diinginkan, sampai pada harga yang mampu dijangkau calon pengguna.

Dalam kondisi ekonomi yang kurang baik saat ini, sangat tidak rasional jika mematok harga terlalu tinggi. Memang harga tak pernah bohong soal kualitas, namun alangkah baiknya jika bisa dapat barang berkualitas dengan harga relatif murah.

Nah, masalah sensitivitas harga nampaknya juga jadi perhatian HP untuk memasarkan produk-produknya. "Kami sangat memahami kondisi ekonomi saat ini," kata Chua Hwee Koon, Vice President Mobile Business Unit HP

"Itu sebabnya kami tak mematok harga tinggi untuk semua produk baru keluaran kami," lanjut wanita yang gemar melahap durian dari Medan, saat berkunjung ke Indonesia beberapa waktu lalu.

Pada produk terbarunya, HP mematok harga mulai dari US$ 299. Harga kisaran tiga juta rupiah ini ditawarkan untuk produk netbook Mini Computer. HP memposisikan produk ini sebagai solusi kompromi antara ponsel cerdas dan laptop.

"Belakangan ini, smartphone mulai sering dijadikan media untuk mengakses internet. Namun sayang, tampilannya kurang memadai. Dengan laptop juga kadang terlalu besar. Jadi kami rasa, netbook bisa menjadi pilihan yang tepat bagi yang punya mobilitas tinggi, namun tetap ingin mendapatkan kenyamanan saat mengakses internet."

Soal harga dan kualitas tak hanya ada pada produk netbook. HP yang coba mengatrol kembali bisnis PC desktop-nya yang mulai menurun, juga menghadirkan inovasi baru dalam produk HP Pavilion MS200 dan HP TouchSmart IQ800.

Komputer yang satu ini tak perlu casing eksternal untuk menempatkan CPU. Semua--termasuk disk drive, TV tuner, dan lainnya--sudah terangkum dan menyatu di belakang layar monitor flat LCD. Jika Anda tidak memerlukan kemampuan layar sentuh untuk mengoperasikannya, PC multimedia all-in-one ini bisa dibawa pulang dengan harga US$ 599.

"Semua produk yang kami desain bertujuan agar bisa menggairahkan pengguna. Bagaimana mereka bisa merasakan kekuatan, kebanggaan, sekaligus kesenangan saat mengoperasikannya. Ini yang ingin kami wujudkan agar komputer kembali personal," tandas Dennis. (Choi)

Sumber : Detiknet.com

0 comments:

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Linkedin Yahoo! Bookmarks Google Buzz Google Reddit Mixx Technorati RSS Favorites
 

Blog Archive

News Technology Computer © 2008 Business Ads Ready is Designed by Choi Rozs Supported by Blogger