.
4shared.com - Free file sharing and storage

Tampilkan postingan dengan label News.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News.. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Maret 2011

70 Persen Masyarakat Memaklumi Pembajakan

0 comments
LONDON - Lebih dari dua per tiga masyarakat masih berpikir kalau mengunduh materi secara ilegal dari internet masih bisa diterima, ujar sebuah penelitian terbaru.

Situs berita file sharing, TorrentFreak, melaporkan kalau polling terbaru pada standar moral oleh para peneliti di Denmark mengungkapkan, 70 persen dari responden mengatakan kalau mengunduh materi secara ilegal dari internet masih bisa diterima, meski dua dari empat responden mengatakan bahwa tidak bisa diterima kalau materi hasil unduhan tersebut dijual untuk mendapatkan keuntungan.

Studi tersebut mengukur perilaku publik akan isu penghindaran pajak, penipuan asuransi dan pembajakan. Respon yang didapat berbeda dari hasil survei 10 tahun lalu.

Dalam bidang pembajakan, para responden ditanyai mengenai skala ukuran dari 1 sampai 10. 7 dari 10 mengatakan kalau pengunduhan secara sosial masih bisa diterima. Hanya 15 sampai 10 persen dari total responden percaya kalau pembajakan 'sangat' bisa diterima.

Meskipun industri musik dan perfilman sudah berkampanye menentang pembajakan selama lebih dari 10 tahun, tapi tampaknya perilaku masyarakat terhadap pembajakan masih belum diterima.

Sebuah studi mengenai pembajakan pada tahun 1997 menyatakan kalau 3 dari 10 orang responden mengatakan bahwa pembajakan tidak bisa diterima.

Sumber : Okezone.com
Read full story

Rabu, 28 Juli 2010

5 Hal Buruk dari Facebook

1 comments
Jakarta - Mengakses Facebook memang mengasyikkan. Kendati demikian, situs yang digemari sekitar 500 juta pengguna ini tak luput dari kritikan. Ibarat pisau bermata dua, selain memiliki sisi positif, ada pula sisi negatif dari Facebook. Berikut adalah lima hal buruk dari Facebook.

  • Privasi

Masalah privasi berada di urutan nomor satu sebagai hal paling buruk dari situs jejaring sosial yang dibuat oleh Mark Zuckerberg ini. Ada banyak pengguna mengeluhkan pengaturan Facebook sering berubah-ubah. Hal ini menurut pengguna membuat mereka lebih rentan 'diintai'.

Jika membaca terms and conditions pada Facebook dengan seksama, pengguna akan menemukan hanya sedikit hak atas data pribadi mereka yang ada pada situs tersebut.
  • Membuang Waktu

Facebook punya banyak daya tarik untuk membuat penggunanya 'khilaf'. Mereka bisa asyik berbalas komentar, bermain game, mengobrol dan melakukan banyak hal seru lainnya di Facebook. Akibatnya bisa ditebak, orang akan lupa diri dan menghabiskan waktunya hanya untuk Facebook. Hal ini terjadi pada semua pengguna Facebook dari berbagai kalangan dan usia.

Salah satu dampaknya, tak heran jika banyak perusahaan yang memblokir Facebook saat jam kerja. Alasannya jelas, perusahaan tersebut tak ingin karyawan mereka keasyikan bermain Facebook yang ujung-ujungnya berimbas pada penurunan produktivitas kerja.
  • Oversharing

Sudah bukan rahasia lagi jika setiap pemilik akun Facebook merasa perlu meluangkan beberapa menit untuk membagi informasi yang mereka nilai penting untuk dipublikasikan.

Namun beberapa pengguna menjadi lupa dan tidak hati-hati dengan informasi yang mereka bagi ke publik. Saran terbaik untuk meminimalisir oversharing, ada baiknya memilah informasi yang akan dibagi. Perhatikan juga kepada siapa saja informasi itu dipublikasikan.
  • Program Afiliasi

Situs jejaring sosial populer ini punya cara baru dalam memperoleh pendapatan yakni dengan membuka platform mereka ke pihak ketiga --para pengembang aplikasi dan pengiklan. Sayangnya, hal ini juga membuka peluang baru terhadap risiko sistem keamanan.

Diantara Facebook dan pihak ketiga kemudian muncul sebuah kesepakatan untuk program afiliasi. Hal ini menyebabkan data pengguna rentan beralih ke pihak ketiga, yaitu ketika pengguna mengakses tautan yang mereka sediakan. Oleh karenanya, serangan semacam operasional click-jacking umum terjadi di Facebook dan semua itu berkaitan erat dengan sistem pihak ketiga.
  • Kemanan

Masalah keamanan beberapa diantaranya terkait erat dengan poin nomor empat. Di luar itu, kasus penyebaran virus atau pembobolan data pribadi melalui Facebook memang kerap terjadi.

Banyak pengguna yang percaya, saat mengklik tautan atau gambar yang dikirimkan seseorang melalui Facebook, berarti bahwa mereka selalu mengakses item atau situs yang aman. Sayangnya pendapat ini salah. Hacker punya banyak cara memanfaatkan Facebook untuk menyebarkan virus, spam atau mencuri data pribadi si pengguna. Facebook juga kerap digunakan oleh orang tak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan.

Sumber : Detikinet.com
Read full story

Kamis, 11 Maret 2010

Indonesia Kekurangan Hotel High Tech

0 comments
Bandung - Demi mendukung perkembangan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) maka diperlukan hotel-hotel yang memiliki fasilitas teknologi tinggi. Tapi sayangnya di Indonesia masih sangat minim hotel yang memiliki teknologi tinggi.

"Masih minim. Di Jakarta baru 2-3 hotel. Di Bali sudah lebih banyak. Di Bandung baru ada satu. Kita kekurangan hotel yang memiliki teknologi tinggi," katanya.

Dengan teknologi tinggi, imbuhnya, pasar MICE akan semakin terbuka. Karena teknologi tinggi yang diterapkan di hotel akan mendukung aktivitas Meeting, Incentive, Convention ataupun Exhibition.

"Indonesia baru di Bali sudah mencapai hasil yang cukup menggembirakan. Dukungan dari seluruh elemen-elemen pariwisata terkait seperti pemerintah daerah, asosiasi hotel serta yang lainnya. Itulah sebabnya hotel dengan teknologi tinggi populasinya didominasi oleh Bali," katanya menjelaskan.

"MICE menjadi andalan negara-negara maju untuk sektor pariwisatannya. Sekarang
orang meeting sudah pasti akan berlibur, tapi orang berlibur belum tentu ada meeting," imbuhnya.

Di Bandung, baru ada Hotel Aston Primera Pasteur, satu-satunya hotel yang menerapkan teknologi tinggi sebagai fasilitas hotelnya. Mulai dari teleconference, video call, broadband internet, hingga IPTV (internet protocol television).

Hotel yang baru saja diresmikan secara langsung oleh Menbudpar Jero Wacik, Jumat (5/3/2010) malam ini menelan biaya sampai Rp 10 miliar untuk investasi di IT-nya. Tak hanya itu, Aston Primera Pasteur juga sebagai hotel yang pertama kali di Indonesia yang menggunakan IPTV.

(Choi)

Sumber : Detikinet.com
Read full story

Minggu, 31 Januari 2010

Rekor Kecepatan LTE Tercipta

0 comments
Jakarta - Nokia Siemens Networks (NSN) dan LG Electronics berhasil mencapai kecepatan downlink data LTE sebesar 100 Mbps. Ini merupakan kecepatan maksimal untuk terminal LTE Kelas 3.

Dalam LTE, perangkat pengguna dikategorikan berdasarkan potential kecepatan data uplink dan downlink. Terminal Kelas 3 diharapkan menjadi terminal LTE komersial pertama yang akan digunakan secara luas ketika diluncurkan pada akhir 2010. Panggilan data ini, yang bekerja dalam terminal Kelas 3 dengan batas kecepatan 100 Mbps, menunjukkan kemajuan signifikan menuju LTE komersial.

Panggilan tersebut dilakukan menggunakan peralatan radio LTE NSN termasuk Flexi Multiradio Base Station, elemen jaringan Evolved Packet Core dan software sesuai standar dengan modem LTE USB pra-komersial dari LG.

"LTE adalah teknologi mobile broadband super cepat yang dapat dihadirkan saat ini. LTE membantu para operator mengatasi tantangan trafik data yang terus meningkat serta memberikan pengalaman pengguna yang luar biasa,"

Panggilan data ini dilakukan sebagai bagian dari uji interoperabilitas yang terus berlanjut oleh NSN dan LG pada pita frekuensi 2100 MHz dan 2600 MHz di Nokia Siemens Networks LTE R&D center di Oulu, Finlandia, dan Ulm, Jerman.

"Panggilan data ini dilakukan berbasis uji interoperabilitas yang kami lakukan tahun lalu bersama Nokia Siemens Networks. Pada saat itu kami mendemonstrasikan pemenuhan prasyarat untuk penggelaran LTE komersial," imbuh Go-hee Choi, Vice President LG Electronics Mobile Communication Technology Research Lab.
Read full story

e-KTP: Chip dari China, Software Buatan Jerman

3 comments
Jakarta - Kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) yang saat ini masih menggelar uji petik di 6 kecamatan di Indonesia hampir seluruhnya menggunakan bahan baku asing. Chip yang dibenamkan berasal dari China, sedangkan aplikasi pendukungnya jebolan Jerman.

Diutarakan Husni Fahmi, Kepala program e-KTP dari BPPT, pada intinya BPPT selaku pihak yang diminta Departemen Dalam Negeri untuk menyiapkan urusan teknis program e-KTP, terbuka dengan produk dan teknologi dari negara manapun.

Hanya saja, si pemenang tender yang merupakan konsorsium yang dipimpin PT Karatama dan berdomisili di Karawang, Jawa Barat, menggunakan teknologi chip dari China dan software untuk mengolah data dari Jerman.

"Belum ada bahan baku lokal untuk pembuatan e-KTP ini, impor semua, termasuk untuk bahan kartu. Bahkan peserta tender yang lain malah semuanya impor, jadi tinggal ngepress saja di sini. Sementara kalau PT Karatama (pemenang tender), beli bahan baku saja di luar, merakitnya tetap di pabriknya."

Chip yang diimpor itu datang dalam bentuk modul, seperti klise film. Dalam satu baris terdapat 3 chip berukuran masing-masing 4 KB. Nah, di chip-chip inilah data diri, foto dan sidik jari si pemilik KTP direkam.

"Kecil-kecil seperti kuku, lalu ada antena yang dihubungkan ke chip. Sedangkan untuk menempatkan chip ke kartu menggunakan mesin pick & placer," lanjutnya.

Sementara untuk aplikasinya menggunakan software bernama Automated Finger Print Identification System (AFIS) buatan Jerman untuk ditempatkan di server dan komputer klien.

"Aplikasi ini sangat mahal, tapi teknologi ini kita butuhkan agar selanjutnya bisa dipelajari," tukasnya, tanpa menyebut berapa harga mahal yang dimaksud.

Tender Lagi, Teknologi Baru

Hanya saja, perpaduan teknologi China dan Jerman yang digunakan untuk uji petik di program e-KTP ini mungkin saja tak lagi digunakan. Sebab, PT Karatama yang memiliki harga penawaran Rp 9,2 miliar hanya dikontrak untuk masa uji petik yang mendistribusikan 150 ribu unit e-KTP.

Jadi, ketika uji petik ini usai, maka kontrak dengan PT Karatama juga berakhir. Selanjutnya, Depdagri akan menggelar tender lagi, yang tentunya ada kemungkinan untuk memunculkan pemenang baru dengan mengusung teknologi berbeda.

"Ya, memang seperti itu adanya. Namun pada tender selanjutnya, para peserta dituntut untuk mengikuti sistem dan teknologi yang sudah kami bangun dari uji petik ini," tukas Husni.

Hmm... jika begini adanya, hal ini tentu akan memberikan peluang yang lebih besar bagi si pemenang tender terdahulu. Sebab, tinggal melanjutkan sistem dan teknologi yang telah mereka bangun sebelumnya.

Sementara jika yang dipilih pemenang baru, maka bakal menjadi riskan karena harus 'belajar' lagi dan menyesuaikan diri dengan sistem yang sudah ada.
Read full story

Sabtu, 09 Januari 2010

Sony Rilis Laptop 'Hijau' Berbahan Botol Plastik

0 comments
Jakarta - Sony memiliki cara tersendiri dalam membuat laptop yang ramah lingkungan. Tak harus selalu menggunakan bahan baku mahal, cukup memanfaatkan sisa daur ulang botol plastik pun bisa.

Hal inilah yang telah diimplementasikan raksasa elektronik asal Jepang tersebut di produk anyar mereka, Vaio W Series.

Didesain khusus sebagai komputer jinjing nan 'hijau', chasis di perangkat ini 20 persennya terbuat dari bahan daur ulang. Salah satunya sisa botol plastik yang kerap menjadi tumpukan sampah.

Presiden Sony, Stan Glasgow bahkan berani sesumbar bahwa produk anyarnya ini sangat ramah lingkungan.

"Sony terus berusaha untuk membuat produk yang lebih hemat energi sekaligus dapat mengurangi emisi dari efek rumah kaca," ujarnya ketika memamerkan W Series di ajang International Consumer Electronics Show yang berlangsung di Las Vegas, Amerika Serikat.

Dengan dimensi layar 10 inch dan dibekali oleh hardisk 250 GB, laptop mini ini diperuntukkan Sony sebagai andalan bagi user mobile namun tetap ingin eksis di dunia maya.

Sony sendiri belum menjual secara resmi W Series. Namun bagi yang tertarik bisa mengajukan pre-order di situs Sony dengan banderol harga mulai dari US$ 450.

(Choi)

Sumber : Detikinet.Com
Read full story

Minggu, 27 Desember 2009

Microsoft Sumbangkan Teknologi Anti Pornografi Anak

0 comments
WASHINGTON - Microsoft bekerjasama dengan National Center for Missing and Exploited Children (NCMEC) menciptakan teknologi baru yang berfungsi untuk memerangi pornografi anak yang kian tumbuh subur di internet.

Dengan menggunakan PhotoDNA, sistem tersebut mengambil gambar yang identik, bahkan meski gambar tersebut telah melalui proses edit dengan berbagai cara. Sistem tersebut kemudian mencocokkan gambar identik tersebut melalui teknik yang membuat gambar menjadi monokrom, memecah gambar menjadi potongan-potongan kecil dan memperjelas gradien yang diubah dalam bentuk tanda-tanda tertentu.

Pada intinya, piranti lunak yang dirancang Microsoft itu mampu mengidentifikasi gambar pelecehan seksual terhadap anak. Microsoft kemudian menyumbangkan teknologi ini pada NCMEC dengan harapan bisa berkontribusi dalam mencegah pertumbuhan kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur.

"Teknologi ini hadir pada waktu yang tepat. Pasalnya saat ini pornografi anak tengah meledak seiring dengan pertumbuhan penggunaan internet."

Namun untuk membuat teknologi ini bekerja efektif, tetap diperlukan kebijakan yang ketat dari pemerintah dalam menugaskan para penyedia layanan internet atau ISP dan konten untuk menggunakan teknologi semacam ini. Saat ini sebagian besar ISP di AS telah bekerjasama dengan NCMEC untuk menciptakan jaringan internet yang aman bagi anak-anak.

(Choi)

Sumber : Okezone.com
Read full story

Tren Serangan Internet di 2009

0 comments
Jakarta - Ancaman keamanan internet tercatat semakin ganas di 2009 ini. Beragam cara coba dijalankan oleh para penjahat cyber. Mulai dari menyusup dari akun Facebook, menawarkan software keamanan palsu dan lainnya.

Berikut adalah tren keamanan internet yang terjadi selama 2009 versi Symantec:

Spam Pembawa Malware: Spam biasanya terkesan sebagai bentuk gangguan, tapi belum tentu berbahaya. Akan tetapi, antara September dan Oktober 2009, secara rata-rata, lebih dari 2 persen email spam mengandung malware, ini mewakili peningkatan sembilan kali lipat dari sisi jumlah pesan spam yang mengandung malware.

Serangan via Jejaring Sosial: 2009 merupakan tahun di mana serangan terhadap situs jejaring sosial dan pengguna dari situs tersebut menjadi praktek standar para kriminal. Paruh kedua dari 2009, serangan yang memanfaatkan situs jejaring sosial meningkat baik dari sisi frekuensi dan tingkat kecerdasan. Situs jejaring sosial sendiri mengombinasikan dua faktor yang membuatnya jadi target ideal dari aktivitas kriminal online: besarnya jumlah pengguna dan tingginya tingkat kepercayaan di antara pengguna tersebut.

Software Keamanan Palsu: Symantec telah mengidentifikasi 250 aplikasi yang secara jelas menipu yang berpura-pura menjadi software keamanan asli yang cukup meyakinkan dalam banyak hal, tetapi sebenarnya hanya menyediakan sedikit atau tidak ada proteksi sama sekali dan malah menginfeksi komputer dengan malware yang ia klaim akan ia halangi. Dari 1 Juli 2008 sampai 30 Juni 2009, Symantec menerima laporan adanya 43 juta percobaan instalasi software keamanan palsu.

Malware Siap Saji: Tahun 2009 kita melihat malware semakin mudah dibuat. Ini disebabkan oleh ketersediaan toolkit yang populer dan ramah pengguna. Contohnya seperti Zeus, yang memungkinkan bahkan hacker pemula sekalipun membuat malware dan botnet. Banyak ancaman yang siap digunakan tersebut merupakan hasil dari perpaduan komponen-komponen dari malware lain yang sudah ada. Sebagai contoh Dozer, yang mengandung komponen dari MyDoom dan Mytob. Tren ini juga telah membuat malware menjadi semakin mudah hilang, dengan ancaman datang dan lenyap hanya dalam waktu 24 jam saja.

Lonjakan Bot Networks: Bot network semakin menjadi pondasi dari seluruh kejahatan dunia maya. Symantec telah mengamati bahwa mayoritas malware terkini mengandung sebuah perintah bot dan kanal kontrol. Di 2009, kita bahkan melihat desainer botnet mengekspansi kemampuan mereka dengan menggunakan situs jejaring sosial sebagai saluran komunikasi.

Kerjasama Intra dan Lintas Industri: Bersama dengan ulang tahun varian pertama ancaman Conficker pada pengguna, kita diingatkan bagaimana peningkatan organisasi dan kecerdasan penjahat dunia maya telah membuat jalinan kerjasama yang lebih luas di antara vendor keamanan, penegak hukum, dan penyedia layanan internet. Contoh yang tampak di tahun 2009 antara lain adalah Conficker Working Group (CWG), gerakan 'Operation Phish Phry' yang dilancarkan FBI dan Digital Crimes Consortium yang menggelar pengukuhannya di Oktober.

Mendompleng Kejadian Terkini: Hari Valentine, NCAA March Madness, flu H1N1, jatuhnya pesawat Air France Flight 447, Serena Williams, anak balon, dan kematian Michael Jackson serta Patrick Swayze. Semua kejadian ini, juga dengan kejadian lainnya yang tak terhitung jumlahnya, digunakan oleh pembuat malware dan spammer pada tahun 2009 lalu untuk mencoba memikat pengguna internet yang tidak menaruh curiga untuk mendownload malware, membeli produk dan terjebak dalam penipuan.

Kita telah mencapai tahap di mana tak ada berita populer pergi tanpa dimanfaatkan, dan tampaknya kita akan melihat lebih banyak lagi dengan akan datangnya perhelatan penting dunia, seperti Piala Dunia FIFA 2010 dan Olimpiade Musim Dingin yang semakin dekat.

Drive-by Download Semakin Banyak: Penyerang menginfeksi komputer penjelajah internet secara diam-diam dengan menyusup di situs legal. Popularitas metode ini terus tumbuh. Di tahun 2008, Symantec mengamati sebanyak 18 juta percobaan serangan drive-by download; akan tetapi, dari Agustus sampai Oktober 2009 sendiri, Symantec mencatat terjadi sebanyak 17,4 juta serangan.

McColo: Symantec melihat penurunan sebesar 65 persen dari jumlah total pesan spam dalam 24 jam setelah penutupan McColo di akhir 2008 dan 24 jam setelahnya. Jumlah spam pun turun mencapai level 69,8 persen dari seluruh email. Akan tetapi di 2009, volume keseluruhan spam kembali ke angka rata-rata 87,4 persen dari seluruh email, mencapai maksimum 95 persen dari seluruh pesan di akhir Mei.

Ancaman Polimorfis: Polymorfisme berarti memiliki kemampuan untuk bermutasi. Dengan demikian, ancaman polimorfis merupakan ancaman yang membuat setiap malware sedikit berbeda dengan malware sebelumnya. Kode pengubahan otomatis yang dibuat di dalam malware tidak mempengaruhi fungsionalitasnya, tetapi membuat teknologi pendeteksian milik antivirus tradisional tidak dapat mengatasinya.

Symantec telah mengamati ancaman polimorfis seperti Waladac, Virut, dan Sality, menjadi semakin umum sejalan dengan penjahat dunia maya mencari cara untuk memperluas cara mereka mengelak dari teknologi antivirus konvensional.

Meningkatnya Pembajakan Reputasi: Geocities merupakan merek yang paling umum yang dibajak oleh spammer sebagai usaha untuk menipu pengguna komputer, tetapi dengan penutupan layanan web hosting tersebut oleh Yahoo pada akhir Oktober lalu, Symantec melihat bahwa terjadi peningkatan pesat dari jumlah layanan web gratis berskala kecil, seperti layanan pemendek URL, yang nama dan reputasinya disalahgunakan oleh spammer.

Hal ini dikarenakan oleh kemajuan di teknologi penembus CAPTCHA, yang memudahkan karakter berbahaya membuat akun dan profil ganda yang digunakan untuk spamming. Symantec bahkan telah mengamati bahwa beberapa dari perusahaan layanan web berskala kecil tersebut telah menutup situs mereka sendiri sebagai satu-satunya cara untuk menghentikan spam.

Pencurian Data Terus Berlangsung: Menurut Identity Theft Resource Center, sampai 13 Oktober 2009, 403 kasus penerobosan data telah dilaporkan sepanjang tahun dan mengekspos lebih dari 220 juta dokumen. Menurut Ponemon Institute, orang dalam yang tidak bermaksud jahat terus mewakili bagian terbesar dari insiden hilangnya data dengan 88% dari seluruh insiden kehilangan data disebabkan oleh orang dalam seperti karyawan dan partner.

Meski demikian, terdapat peningkatan perhatian terhadap kehilangan data berbahaya. Menurut penelitian Ponemon, 59% mantan karyawan mengakui bahwa mereka mengambil data perusahaan saat mereka meninggalkan pekerjaannya. Di saat organisasi semakin meningkatkan fokus untuk menghindari kehilangan data, tampak jelas bahwa banyak hal yang perlu dilakukan untuk mencegah informasi sensitif dibawa ke luar dari perusahaan.

(Choi)

Sumber : Detikinet.com
Read full story

Ancaman Internet yang Siap Menerjang di 2010

0 comments
Jakarta - Modus penjahat cyber adalah selalu mencari cara baru ketika cara mereka yang sebelumnya sudah terpatahkan. Hal inilah yang bakal mengancam pengguna internet di 2010. Selain tipuan-tipuan konvensional, waspadai pula 'kreativitas' baru para pelaku.

Antivirus Tidaklah Cukup

Dengan meningkatnya ancaman polimorfik dan ledakan varian malware unik di 2009, industri dengan cepat menyadari bahwa pendekatan tradisional untuk antivirus, baik dengan file signature dan kemampuan heuristic/behavioral, tidak cukup untuk melindungi dari ancaman terkini. Kita telah mencapai titik batas di mana program berbahaya terbaru sebenarnya dibuat dengan kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan program baik.

Dengan demikian, kita juga telah mencapai titik di mana tidak lagi masuk akal untuk tetap fokus hanya pada menganalisa malware. Adapun pendekatan terhadap keamanan yang mencari cara untuk menyertakan seluruh software file seperti keamanan berbasis reputasi, akan menjadi kunci di 2010 mendatang.

Social Engineering sebagai Vektor Utama Serangan

Semakin banyak penyerang melakukan serangan langsung pada pengguna dan mencoba mengecoh mereka untuk mendownload malware atau membocorkan informasi sensitif, dengan kesan bahwa pengguna tidak melakukan sesuatu yang bersalah. Setidaknya, salah satu pemicu popularitas social engineering adalah kenyataan bahwa apapun sistem operasi dan browser internet yang ada di komputer pengguna, bukanlah hal yang penting, karena penggunanyalah yang jadi target, bukan semata-mata celah yang ada di mesin mereka.

Social engineering sudah menjadi salah satu vektor serangan utama yang digunakan saat ini, dan Symantec memperkirakan bahwa jumlah percobaan serangan menggunakan teknik social engineering dipastikan akan meningkat di 2010.

Produsen Software Pengamanan Palsu Melonjak

Di 2010, siap-siaplah melihat pelaku pembuat software keamanan palsu meningkatkan usahanya ke level yang lebih lanjut, bahkan dengan membajak komputer korban, mengubahnya menjadi tak berguna dan menahannya untuk tebusan. Meski demikian, langkah berikutnya yang tidak terlalu drastis, adalah software yang tidak merusak secara eksplisit, tetapi meragukan.

Sebagai contoh, Symantec telah menganalisa beberapa vendor antivirus palsu yang menjual kopi dari software antivirus pihak ketiga dengan merek lain sebagai penawaran mereka. Dalam kasus ini, pengguna secara teknis memang mendapatkan software antivirus yang mereka bayarkan, tetapi kenyataannya adalah software yang sama bisa mereka download secara cuma-cuma dari tempat lain.

Aplikasi Pihak Ketiga Jejaring Sosial Target dari Penipuan

Popularitas jejaring sosial yang diperkirakan akan tumbuh lebih tinggi lagi di tahun berikutnya membuat jumlah penipuan juga akan terus mengimbangi jumlah pertumbuhan pengguna situs tersebut. Di waktu yang sama, pemilik situs-situs itu juga akan membuat pendekatan proaktif untuk mengatasi ancaman-ancaman.

Saat hal ini berlangsung, dan ketika situs-situs tersebut semakin siap menyediakan akses terhadap API mereka pada pengembang pihak ketiga, penyerang kemungkinan akan menyasar celah yang ada di aplikasi buatan pihak ketiga untuk menembus ke akun pengguna jejaring sosial, sama seperti yang sudah kita lihat ketika penyerang menyambangi plug-in browser saat browser web tersebut menjadi semakin aman.

Windows 7 Jadi Fokus Para Penyerang

Microsoft telah meluncurkan tambalan keamanan pertama untuk sistem operasi Windows 7. Selama manusia yang melakukan pembuatan kode program komputer, celah akan tetap ada, tak peduli bagaimana ketatnya testing sebelum diluncurkan, dan semakin kompleks kode tersebut, semakin besar pula peluang hadirnya celah keamanan yang belum ditemukan. Sistem operasi Microsoft ini juga bukanlah pengecualian, dan berhubung Windows 7 sudah mulai beredar dan diperkirakan akan menarik perhatian di 2010, tak diragukan lagi, penyerang pasti akan mencari cara untuk mengeksploitasi pengguna Windows 7 itu.

Botnet yang Terus-menerus Berubah dengan Cepat (Fast Flux) Meningkat

Fast flux merupakan teknik yang digunakan oleh sejumlah botnet seperti Storm botnet, untuk menyembunyikan situs web phising dan berbahaya di balik jaringan yang sudah terinfeksi yang bertindak layaknya sebuah proxy. Menggunakan kombinasi dari peer to peer networking, distributed command and control, load balancing berbasis web dan proxy redirection, membuat pelacakan lokasi asal botnet sulit dilakukan.

Ketika penangkalan yang dilakukan industri terus mereduksi efektivitas dari botnet tradisional, diperkirakan teknik baru ini akan semakin banyak digunakan untuk melakukan serangan.

Layanan Penyingkat URL Menjadi Sahabat Terbaik Penipu

Karena pengguna sering tidak mengetahui ke mana mereka akan diantarkan oleh URL yang dipendekkan, penipu dapat menyembunyikan link yang membuat para pengguna yang memiliki tingkat kecurigaan rata-rata akan berpikir dua kali sebelum mengkliknya. Symantec sudah melihat sebuah tren ke arah penggunaan taktik ini untuk mendistribusikan aplikasi yang menipu dan akan banyak lagi yang hadir. Selain itu, dalam rangka untuk menghindari filter antispam, spammer diperkirakan akan memanfaatkan layanan pemendek URL untuk melakukan kejahatan mereka.

Mac dan Mobile Malware

Jumlah serangan yang didesain untuk mengeksploitasi sistem operasi atau platform tertentu berhubungan langsung dengan pangsa pasar platform tersebut, karena pembuat malware mencari uang dan selalu menginginkan hasil yang terbaik dari yang sudah mereka upayakan. Di 2009, kita sudah melihat Mac dan smartphone menjadi target pembuat malware, seperti misalnya botnet Sexy Space yang ditujukan pada perangkat mobile berbasis sistem operasi Symbian dan trojan OSX.Iservice yang menyasar pengguna Mac.

Dengan meningkatnya popularitas Mac dan smartphone di 2010, lebih banyak penyerang akan menghabiskan waktu mereka untuk membuat malware yang mampu mengeksploitasi perangkat ini.

Spammer Melanggar Peraturan

Dengan kondisi ekonomi yang semakin sulit, dan lebih banyak orang yang memanfaatkan longgarnya aturan-aturan pada CAN SPAM Act, kita akan melihat semakin banyak organisasi menjual daftar alamat email dan lebih banyak pemasar yang kurang bertanggungjawab melakukan spamming terhadap daftar tersebut.

Spammer Beradaptasi, Volume Spam Terus Berfluktuasi

Sejak 2007, spam telah meningkat rata-rata sebesar 15 persen. Meskipun pertumbuhan signifikan email spam ini bisa jadi tidak akan berlangsung terus menerus dalam jangka panjang, tetapi terlihat jelas bahwa spammer belum mau menyerah selama terdapat motif ekonomi. Volume spam akan terus berfluktuasi di 2010 mendatang dan spammer terus beradaptasi terhadap software keamanan canggih, intervensi dari ISP yang bertanggungjawab, dan agen-agen pemerintahan di seluruh dunia.

Malware yang Terspesialisasi

Malware yang sangat terspesialisasi ditemukan pada tahun 2009 dan memiliki tujuan untuk mengeksploitasi ATM tertentu. Itu menandakan tingginya tingkat pengetahuan tentang seluk beluk dan cara bekerja serta bagaimana itu bisa dieksploitasi. Tren ini diperkirakan akan terus tumbuh di 2010, termasuk kemungkinan adanya malware yang menyasar sistem voting elektronik, yang digunakan di kancah politik dan voting lewat jalur telepon umum, seperti yang banyak digunakan pada berbagai kompetisi reality show di televisi.

Teknologi CAPTCHA akan Meningkat

Ini akan membuat lebih banyak bisnis di kawasan ekonomi berkembang yang menawarkan pada orang untuk mengumpulkan akun di situs-situs legal, khususnya yang mendukung user-generated content, untuk tujuan spamming. Symantec memperkirakan bahwa individu-individu tersebut akan dibayar kurang dari 10 persen dari pendapatan spammer, dengan para pencari akun mengenakan biaya antara 30 sampai 40 dolar per 1.000 akun.

Spam Instant Messaging

Berhubung para penjahat dunia maya mencari cara untuk menghindari teknologi CAPTCHA, serangan lewat instant messenger (IM) akan naik popularitasnya. Ancaman lewat IM akan terdiri dari pesan spam yang tak diinginkan yang mengandung link berbahaya, khususnya serangan ditujukan pada akun IM yang aktif. Di akhir 2010, Symantec memprediksikan bahwa satu dari 300 pesan IM akan mengandung URL.

Selain itu, di 2010, Symantec memperkirakan bahwa secara keseluruhan, satu dari 12 hyperlink akan mengarahkan ke domain yang diketahui digunakan untuk menampung malware. Dengan demikian, satu dari 12 hyperlink yang muncul di pesan IM akan mengandung domain yang dianggap mencurigakan atau berbahaya. Di 2009, levelnya hanya 1 dari 78 hyperlink.

Spam Non English akan Meningkat
Dengan penetrasi koneksi broadband terus tumbuh di seluruh dunia, khususnya di negara ekonomi berkembang, spam di negara-negara yang menggunakan bahasa selain Inggris akan meningkat. Pada beberapa bagian di Eropa, Symantec memperkirakan tingkat lokalisasi spam akan melampaui 50 persen dari seluruh spam.

(Choi)

Sumber : Detikinet.com
Read full story

Pengguna Internet Indonesia Kurang Produktif

0 comments
Jakarta - Aplikasi internet yang didukung broadband menawarkan peluang yang luar biasa untuk meningkatkan produktivitas suatu negara. Misalnya di dunia pendidikan, kesehatan, pemerintahan dan bisnis. Bagaimana dengan tipe konsumen internet di Indonesia.

Merujuk hasil studi Nokia Siemens Network (NSN) , ternyata pengguna internet di Indonesia sekarang adalah orang-orang muda dengan kebutuhan internet mobile, yang berubah dari golongan pemula (adopter) ke life style.

Dijelaskan oleh Yohanes Denny, Market Intlejen Unit NSN bahwa rata-rata pengguna internet di Indonesia melakukan akses internet dari rumah, bukan cafe, kantor, atau tempat publik lainnya. Dan dari rumah tersebut mereka menggunakan jenis low akses bandwith terbanyak dari handheld, bukan PC atau laptop.

"Waktu akses internet konsumen Indonesia rata-rata adalah 16% dalam seminggu,sedangkan spending belanja internet adalah 10% dari penghasilan," ujarnya Denny.

Ditambahkan Denny, dari 16% tersebut kesemuanya dilakukan untuk kebutuhan personal seperti FB, browsing, dan sebagainya. Saat di kantor mereka menggunakan untuk menunjang produktivitas, sementara di luar kantor hanya untuk kebutuhan personal lagi.

Dari studi tersebut ditarik kesimpulan bahwa Indonesia berada di level bawah, karena akses internet sebagian digunakan untuk urusan konsumerisme dan cenderung kurang produktif.

Low Bandwith, Tren Konsumen Indonesia

Denny menjelaskan bahwa koneksi internet bisa dilihat dari 2 sisi yakni jenis low bandwith dan high bandwith. Berdasar data NSN, ternyata masyarakat Indonesia lebih banyak menggunakan tipe low bandwith, karena akses yang dilakukan melalui handheld mereka. "Rata-rata konsumen Indonesia sudah puas dan nyaman dengan bandwith 300 Kbps, karena akses aplikasi melalui handheld berjenis low bandwith," jelas Denny.

Dari sisi operator mungkin berpikir bahwa kecepatan internet adalah segalanya, karena memungkinkan akses aplikasi web berjenis high bandwith, yang tujuan akhirnya adalah mendapatkan kepuasan konsumen. Sedangkan berdasar data NSN, ternyata kenyamanan adalah hal nomor satu. Dengan membuka aplikasi dari ponsel, berjenis low bandwith rata-rata konsumen sudah puas. Karena puas dengan low bandwith, maka hal ini menjadi kebiasaan mereka untuk 'ngeksis' di internet berbekal handheld kesayangan.

(Choi)

Sumber : Detikinet.com
Read full story

Software Palsu Juga Wara-wiri di Indonesia

0 comments
Jakarta - Pasar software komputer di Indonesia tak hanya diramaikan oleh peredaran software bajakan. Software palsu pun ramai wara-wiri di Tanah Air.

Dijelaskan Widyaretna Buenastuti, Ketua Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP), untuk software bajakan, pelaku mengkopi sama persis isi dan merek dengan produk yang asli. Tapi kalau dipalsukan, menggunakan merek yang berbeda tapi isinya sama.

"Misalnya ada satu kasus produk Microsoft dipalsukan tanpa huruf 't'."

Software yang paling banyak dipalsukan, lanjut Widyaretna, adalah produk keluaran Microsoft. Seperti Microsoft Office dan sistem operasi Windows.

"Memang softwarenya (Microsoft-red) paling laku di sini," tukasnya.

Menurut hasil studi Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan dengan LPEM FEUI, pemalsuan software pada 2002-2005 diprediksi menimbulkan kerugian Rp 3,6 triliun.

(Choi)

Sumber : Detikinet.com
Read full story

Firefox, Aplikasi Paling 'Bolong' 2009

0 comments
Jakarta - Firefox, browser Open Source dari Mozilla, dinobatkan sebagai piranti lunak paling banyak 'bolong'-nya di tahun 2009. Namun ini bukan berarti piranti lunak itu adalah yang paling lemah.

Data Qualys, penyedia layanan manajemen kelemahan piranti lunak, menempatkan Firefox sebagai piranti lunak paling 'bolong'. Artinya, piranti Open Source ini memiliki jumlah kelemahan paling banyak selama 2009 berdasarkan laporan publik.

Ini bukan berarti Firefox adalah piranti lunak paling lemah sejagat. Karena dikembangkan secara Open Source, wajar saja jika jumlah kelemahan yang terungkap di Firefox akan sangat besar.

Bandingkan dengan piranti lunak tertutup (Proprietary) yang jumlah kelemahan yang diketahui publik kebanyakan hanya terbatas pada kelemahan yang ditemukan pihak ketiga. Entah berapa banyak kelemahan yang ada namun tak diketahui.

Firefox menempati posisi pertama dengan jumlah 102 lubang. Berikutnya, di posisi kedua, adalah Adobe Reader yang mencapai 45 lubang (tiga kali lipat dari tahun sebelumnya). Di tempat ketiga adalah Microsoft Office yang 'hanya' mencatatkan 41 lubang. Kemudian ada Internet Explorer dengan 30 lubang.

Wolfgang Kandek, Chief Technology Officer dari Qualys, mengatakan angka ini berarti pihak penyerang mulai beralih dari mencari kelemahan pada sistem operasi ke piranti lunak di atasnya.

"Sistem operasi makin stabil dan sulit diserang, itu mengapa para penyerang beralih ke aplikasi. Adobe adalah fokus besar dalam serangan saat ini, 10 kali lebih besar daripada Microsoft Office. Meski demikian, target besar seperti Internet Explorer dan Firefox tetap jauh dari aman," ujarnya.

(Choi)

Sumber : Detikinet.com
Read full story

Bing Bikin Microsoft Diseret ke Pengadilan

0 comments
Missouri - Mesin cari Bing andalan Microsoft kena gugatan hukum. Sebuah perusahaan kecil di Missouri, Amerika Serikat, yang bernama Bing Information Design, menuding Microsoft melanggar hak cipta dengan memakai nama yang sama.

Perusahaan tersebut mendaftarkan tuntutannya di pengadilan wilayah St. Louis. Mereka meminta sejumlah ganti rugi, termasuk agar Microsoft melakukan publikasi untuk menghindari kebingungan orang terkait penggunaan nama yang sama tersebut.

Bing Information Design mengklaim telah memakai nama Bing sejak tahun 2000 dan pada 26 Mei 2009 mendaftarkan hak cipta ke U.S. Patent and Trademark Office, meski belum disetujui.

Menurut perusahaan yang bergerak di bidang desain ini, pemakaian nama Bing oleh Microsoft dan kampanye iklannya yang agresif, menghalangi niat mereka untuk berkembang.

Menanggapi gugatan itu, pihak Microsoft terkesan santai. "Kami yakin gugatan ini tanpa dasar dan kami tidak percaya ada kebingungan di pasar mengenai produk Bing dan produk penggugat," demikian statemen Microsoft.

Microsoft merilis Bing untuk menggoyang dominasi Google. Saat ini, Bing menguasai sekitar 10 persen pangsa pasar mesin cari, masih jauh di bawah Google dengan persentase sekitar 65 persen.

(Choi)

Sumber : Detikinet.com
Read full story

Sabtu, 19 Desember 2009

GM Pasang Wi-Fi di Mobil

0 comments
NEW YORK – Fasilitas entertainment system merupakan syarat mutlak bagi produsen-produsen otomotif dunia untuk memberikan nilai tambah pada mobil-mobil keluarannya. Sejak tahun 1930, Mobil telah dikawinkan dengan perangkat seperti radio dan hingga sekarang perangkat DVD pun telah dibenamkan diberbagai mobil.

Perkembangan fasilitas entertainment, kini kian berkembang. General Motor selaku produsen otomotif terbesar mulai melakukan terobosan dengan memasang perangkat Wi-Fi di Mobil-mobil keluarannya.

Pengguna mobil Chevrolet Equinox, Traverse, Silverado, dan Express dapat berselancar di internet dari dalam mobil.

Chevrolet Accessories Manager Chris Rauser mengatakan, sistem Wi-fi yang diinstal di mobil produksinya dapat diakses laptop atau perangkat wi-Fi lainnya hingga radius 150 kaki disekitar mobil

"Wi-Fi akan memberikan keuntungan tersendiri bagi pengguna, khususnya bagi para profesional yang membutuhkan informasi cepat meskipun saat sedang dijalan atau liburan dengan keluarga," kata Chris.

Untuk memasang Wi-Fi di mobil, pengguna harus merogoh kocek sekira USD199 daan biaya per bulan sebesar USD29.

(Choi)

Sumber : Okezone.com
Read full story

Ribuan Software Bajakan Dimusnahkan Polda Jakarta

0 comments
JAKARTA - Sepanjang tahun 2009 pihak Direktorat Reskrim Khusus (Ditrekrimsus) Polda Metro Jaya sukses menyita 10.578 software dan game bajakan. Pihak berwajib pun akan memusnahkan kepingan peranti lunak itu.

Pemusnahan itu dilakukan bersama dengan 2.187.056 keping cakra digital bajakan lainnya, yang terdiri dari 535.628 keping MP3, 1.324.997 keping film Indonesia dan barat, 315.856 keping film porno, serta 10.578 software dan game bajakan.

"Akibat aksi pembajakan ini, kerugian negara diperkirakan mencapai 7,4 miliar."

Dari total penyitaan ini, polisi juga menangkap 67 orang tersangka, dan 57 orang di antaranya telah dijatuhi vonis. Dari para pelaku juga disita 95 unit mesin pengganda VCD (duplikator).

Pemberantasan software ilegal di Indonesia selama 2009 dinilai Bussines Software Alliance (BSA) sudah baik secara kualitas, namun tidak secara kuantitas. Kendati secara kuantitas kurang memuaskan, namun dari sisi kualitas pemberantasan software mengalami peningkatan.

Menurut Kepala Perwakilan BSA di Indonesia Donny Sheyoputra, penegakan hukum sudah tidak terpusat hanya pada Mabes Polri semata, tetapi juga sudah merambah ke beberapa daerah, yang dalam hal ini dilakukan oleh Polda.

BSA mengharapkan ke depannya kesadaran masyarakat untuk menggunakan software berlisensi tetap harus ditingkatkan, baik dengan cara edukatif maupun represif.

(Choi)

Sumber : Okezone.com
Read full story

Polisi dan Ulama Berperan Penting Kurangi Pembajakan

0 comments
JAKARTA - Di antara lebih dari 2 juta cakram optik yang disita oleh Direktorat Reskrim Khusus (Ditrekrimsus) Polda Metro Jaya, software bajakan hanya berjumlah 10 ribu. Hasil ini tentunya tidak terlalu buruk.

"Yang dilakukan Polda sebetulnya sudah baik, tapi tetap harus ditingkatkan lagi dari segi jumlah razia dan sasarannya, termasuk software."

Ditambahkan Donny, peningkatan kesadaran di tengah masyarakat juga penting, seperti yang dikutip dari pidato Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Wahyono, kalau fokus utama yg perlu digalakkan adalah kesadaran di tengah masyarakat.

"Seperti kata Pak Kapolda, walau ada bajakan, kalau masyarakatnya sadar paling tidak akan mengurangi pembajakan itu sendiri," tegas Donny.

Dia juga menambahkan, peran ulama juga penting dalam menanggulangi pembajakan. "Jadi penting diingatkan ulama bahwa bajakan itu haram, dosa," terang Donny.

"Tadi juga dikatakan Ustadz Yusuf Mansur, banyak buku dan video tausiahnya yang dibajak. Artinya, peranan ulama memang sangat penting," tandasnya.

(Choi)

Sumber : Okezone.com
Read full story

9 Posisi Sakit dan 1 Posisi Wuenak Memakai Netbook

0 comments
Seorang profesor di Savannah College of Art & Design (SCAD), Dave Malouf, membeberkan hasil serangkaian riset yang disponsori oleh Freescale Semiconductor.

Sang sponsor adalah produsen prosesor berbasis ARM yang salah satunya bersaing dengan Intel Atom. Oleh karena itu, dalam beberapa studi yang disponsori Freescale, para mahasiswa menelaah desain dan penggunaan netbook.

Salah satu hasilnya adalah posisi penggunaan Netbook yang paling nyaman.

Namun selain posisi paling nyaman alias posisi wuenak itu, ada juga 9 posisi yang menimbulkan kesakitan. Berikut adalah 10 posisi penggunaan Netbook yang diteliti:

Posisi Sakit:

1. Netbook digunakan di atas ranjang. Posisi pengguna duduk dengan disangga oleh bantal. Netbook berada di atas perut/pinggul, kedua kaki saling menyilang. Posisi ini akan membuat sakit pada pergelangan tangan dan mata.
2. Masih di ranjang, kali ini Netbook digunakan di atas perut sambil terlentang dan kepala disangga bantal. Hasilnya, leher belakang dan pergelangan tangan akan jadi korban.
3. Sambil tengkurap di atas ranjang atau permukaan empuk lainnya. Netbook di letakkan di atas ranjang dan disentuh dengan tangan yang bertumpu pada siku. Ini akan 'mengorbankan' pergelangan tangan dan bahu.
4. Posisi yang juga tak nyaman adalah menggunakan Netbook di atas pangkuan dalam posisi bersila. Leher belakang dan pergelangan tangan juga akan pegal di posisi ini.
5. Berikutnya adalah posisi 'duduk di bar'. Pengguna duduk di atas kursi dengan Netbook di atas meja yang sedikit lebih tinggi dari posisi paha. Akibatnya, pergelangan tangan dan bahu akan sakit.
6. Variasi dari 'bersila di atas matras', adalah dengan meletakkan Netbook di hadapan pengguna, bukan di atas pangkuan. Akses tangan memang jadi lebih leluasa, tapi punggung bawah dan pergelangan akan terkena dampaknya.
7. Menggunakan Netbook sambil duduk juga berisiko menimbulkan rasa sakit jika Netbook diletakkan di atas pangkuan. Bagian leher pengguna yang akan merasakan 'pahit'-nya posisi ini.
8. Standing position juga bisa dilakukan terhadap Netbook. Misalnya dengan meletakkannya di atas meja atau permukaan lainnya. Tapi ini akan menyerang leher, mata dan pergelangan tangan sekaligus.
9. Posisi darurat dengan memegang Netbook di satu tangan dan menggunakannya sambil berdiri juga akan menghasilkan rasa sakit. Terutama, pada pergelangan tangan yang menyangga Netbook dan bahu.

Posisi Wuenak:

1. Nah, dalam studi tersebut, terungkap bahwa posisi paling enak menggunakan Netbook adalah di atas ranjang. Caranya: Baringkan tubuh di atas ranjang, sangga bagian belakang kepala dan bahu dengan bantal. Letakkan Netbook di atas pangkuan dengan posisi kaki ditekuk untuk menaikkan layar agar sejajar dengan mata.

(Choi)

Sumber : detikinet.com
Read full story

Temukan Semuanya di Windows Live

0 comments
Pada tahun 1995, warga dunia yang sudah menghabiskan waktunya untuk bermain Internet pasti mengenal clasmates.com. Clasmates.com adalah sebuah website jejaring sosial yang sangat terkenal pada waktu itu. Website-website jejaring sosial pun berkembang terus seiring berjalannya waktu. Pada tahun 2002, orang-orang mulai bergabung di Friendster dan pada tahun 2006, warga Internet dunia mulai “keracunan” Facebook dan Twitter. Besarnya kekuatan sebuah website jejaring sosial membuat beberapa pengembang berpikir untuk segera masuk ke bisnis ini. Begitu juga dengan Micorosft. Atas dasar itulah, Microsoft mengembangkan Windows Live. Selama ini, sebelum diupgrade, masyarakat lebih mengenalnya dengan nama MSN.

Microsoft mencoba untuk menggabungkan beberapa feature-feature menarik yang ada pada tiap website jejaring sosial lainnya melalui Windows Live. Yang paling terkenal tentunya adalah layanan Instant Messaging milik mereka. User Windows Live Messenger dapat melakukan chat, video conference, hingga bertukar data melalui program ini.
Windows Live juga mengijinkan usernya untuk saling bertukar email. Pengguna Windows Live kini juga dapat menggabungkan kontak jaringan sosial online mereka dari sebanyak 30 jaringan sosial online, termasuk Facebook, Hi5, dan MySpace dalam aplikasi favorit mereka.

User juga dapat memanfaatkan fasilitas Windows Live SkyDrive untuk menyimpan data mereka secara online. Disediakan media penyimpanan sebesar 25GB kapasitas online gratis.
Terdapat 800.000 user Windows Live aktif di Indonesia saat ini. Sedangkan di dunia sudah terdapat 556 juta user aktif. Sedangkan untuk pengguna mobile, Windows Live juga masih menjadi pilihan karena tenyata tedapat 37% pengguna pada tahun ini.

Ada data yang cukup menarik, tahukah Anda kalau terdapat 3 juta pesan tweet setiap harinya? Terdapat 3,6GB file foto yang diupload di Flickr? Dan tahukah Anda terdapat 500GB data yang mondar mandir di Internet setiap harinya?

(Choi)

Sumber : Chip.co.id
Read full story

Minggu, 13 Desember 2009

Software Terfavorit Cracker Tahun 2009

0 comments
Jakarta - Sofware paling rentan terhadap aksi pembobolan di tahun 2009 telah terkuak. Software ini menggantikan kedudukan Microsoft yang pada awal dekade ini diketahui menjadi target favorit para pelaku kriminal cyber. Software apa?

Jawabannya adalah Adobe. Ya, produk-produk yang dihasilkan oleh vendor asal Amerika ini ternyata diketahui memiliki banyak kelemahan dan rentan terhadap aksi hacking.

45 bugs misalnya, telah ditemukan di software Adobe Reader oleh para peneliti kemanan cyber maupun dari hacker-hacker, yang akhirnya ditambal. Data ini mengacu pada hasil pelacakan yang dilakukan oleh iDefense, di mana tahun lalu mereka menemukan 14 bugs di software yang sama.

"Adobe Reader kini adalah fokus utama serangan, sekitar 10 kali lebih rentan dibanding Microsoft Office," ujar Wolfgang Kandek, ahli teknologi dari Qualys.

Kenaikan jumlah bugs pada software Adobe memang telah mengalahkan posisi Microsoft sebagai target utama pelaku kejahatan cyber. Angka bugs pada program-program yang dibidani oleh Microsoft seperti Internet Explorer, Windows Media Player dan Microsoft Office sendiri cenderung datar dan bahkan turun.

Choi

Sumber : Detikinet.com
Read full story

Negara Mana dengan TI Paling 'Hijau'?

0 comments
Kopenhagen - Penerapan Teknologi Informasi (TI) disebut dapat mengurangi emisi pemanasan global. Hampir 6 miliar ton emisi CO2 bisa ditekan hingga tahun 2020 dengan penggunaan TI yang intensif, menurut analisis biro riset IDC.

Dirilis di perhelatan Konferensi Perubahan Iklim di Kopenhagen, indeks ICT Sustainability Index dari IDC merangking berbagai negara soal kemampuan mereka menekan emisi melalui penerapan TI.

Menempati posisi pertama dalam indeks itu adalah Amerika Serikat, diikuti Jepang. Sedangkan Inggris menduduki tempat ketiga. Berturut-turut di belakangnya ada Brasil, Perancis dan Jerman.

"Kami mengamati jumlah gas rumah kaca di dunia dan meneliti peran ICT dalam menurunkan emisi tersebut," ujar Vernon Turner, Senior Vice President IDC.

Otomatisasi proses industri dan pemakaian media digital ketimbang kertas misalnya, menurut IDC dapat membantu menurunkan emisi pemanasan global. Menanggapi laporan ini, raksasa teknologi Intel menilai data IDC dapat memberi wawasan seberapa siap negara-negara menerapkannya.

"Kami berminat pada hal ini karena dalam 18 bulan terakhir, kalangan industri berdikusi bagaimana menyeimbangkan fokus dalam menurunkan emisi dari teknologi ICT dan bagaimana ICT bisa diaplikasikan untuk menurunkan emisi CO2," tutur Lorie Ligle, Eco-Technology General Manager Intel.

Choi

Sumber : Detikinet.com
Read full story
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Linkedin Yahoo! Bookmarks Google Buzz Google Reddit Mixx Technorati RSS Favorites
 

Blog Archive

News Technology Computer © 2008 Business Ads Ready is Designed by Choi Rozs Supported by Blogger