.
4shared.com - Free file sharing and storage

Tampilkan postingan dengan label Keamanan.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keamanan.. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 November 2009

Cisco Kembangkan Aplikasi Keamanan di iPhone.

0 comments
SAN FRANSISCO - Pamor iPhone ternyata mendapat dukungan juga dari penyedia jaringan keamanan komunikasi macam Cisco. Kali ini Cisco memungkinkan pengguna iPhone untuk mendapatkan akses informasi keamanan jaringan iPhone secara real-time.

Aplikasi ini bernama SIO To Go, sebuah aplikasi yang didukung oleh teknologi Cisco Security Intelligence Operations (SIO). SIO merupakan sistem yang menghadirkan informasi keamanan dari berbagai sumber, termasuk 700.000 perangkat keamanan yang dimiliki Cisco secara global.

SIO Cisco ini juga memungkinkan pengguna untuk merespon peringatan keamanan yang diberikan secara langsung.

"Para pebisnis mobile saat ini telah menikmati kesuksesan berkat jaringan yang terbuka. Namun seiring dengan itu, ancaman keamanan jaringan juga sedang mengintai."

Oleh karena itu, lanjut Hattar, komponen yang paling penting bagi mereka adalah memastikan bahwa jaringan yang mereka gunakan berada dalam kondisi yang cukup baik.

"Cisco SIO terbaru kami, yang kami tujukan untuk iPhone merupakan sebuah langkah penting untuk membuat kebutuhan ini menjadi nyata," tandas Hattar.

(Choi)

Cumber : Okezone.com
Read full story

Jumat, 07 Agustus 2009

Apple Singkirkan Aplikasi Kamus Kata-Kata 'Kotor'

0 comments
CALIFORNIA - Apple menyingkirkan sebuah aplikasi kamus dari Toko aplikasi online miliknya, App Store. Aplikasi kamus bernama Ninjawords dinilai telah menyediakan arti dari kata-kata 'kotor', mulai dari cacian hingga menjurus pornografi.

Apple menyatakan menolak untuk menjual aplikasi tersebut di tokonya sampai Ninjawords menghapus kata-kata tersebut. Apple sebelumnya telah meminta pengembang Ninja Words agar menghilangkan kta-kata 'kotor' itu dari daftar kata yang disediakan di kamusnya.

Pengembang Ninjawords, Matchstick Software akhirnya bersedia untuk menghapus kata-kata kotor tersebut dari database miliknya. Saat ini, Ninjawords menyatakan sudah berdamai dengan Apple dan tersedia di App Store.

Apple dinilai sangat tegas dalam kasus semacam ini, perusahaan yang dipimpin Steve Jobs itu memberlakukan aturan bahwa hanya orang berusia di atas 17 tahun yang dapat mengunduh aplikasi-aplikasi tertentu. Sebenarnya dalam aturannya, Apple store menyatakan aplikasi tak boleh memuat konten-konten berbau pornografi ataupun pelecehan baik untuk teks, grafis gambar ataupun foto.

Kasus pemboliran Ninjawords bukanlah, kasus pertama yang menimpa pengembang aplikasi untuk apple. Beberapa bulan lalu, Apple memblokir aplikasi ebook karena bisa membawa seorang pengguna untuk mengunduh buku-buku dan konten Kamasutra. (Choi)

Sumber : Okezone.com
Read full story

Selasa, 28 Juli 2009

Setelah Internet, China Blokir Game Online

0 comments
BEIJING - Setelah memblokir internet, kebencian China terhadap internet dilimpahkan ke game online. Kali ini game yang mengandung unsur kekerasan kena sasaran blokir.

Menteri kebudayaan China telah mengeluarkan kebijakan untuk menolak segala macam bentuk game berunsur kekerasan yang beredar di internet.

Game yang akan diblokir kebanyakan bertema dengan keluarga mafia dan gangster, yang sarat dengan tampilan darah, pisau dan senjata pembunuh lainnya. Bagi China, game seperti itu berpotensi menimbulkan perilaku anti-sosial dan dapat berdampak buruk bagi anak muda.

"Game seperti itu terlalu menyorot perilaku kekerasan yang identik dengan kehidupan gangster dan mafia. Pasti produsen game terlalu mengekspos perkelahian, pembunuhan, pemerkosaan dan darah," ujar pihak kementerian.

"Kami akan memperketat kontrol terhadap konten yang dianggap membahayakan budaya China," lanjutnya.

Akibat kebijakan tersebut, situs game populer di China milik Oak Pacific Interactive, seperti mop.com dan kaixin.com telah membersihkan situs mereka dari game yang dianggap tak bermoral itu. (Choi)

Sumber : Okezone.com
Read full story

Rabu, 22 Juli 2009

Berguru Keamanan Cyber di Jepang

0 comments
Jakarta - Pemerintah Jepang, melalui Japan Computer Emergency & Response Team (Japan CERT), mengajak beberapa pemuda Indonesia untuk belajar keamanan cyber langsung di Laboratorium Malicious Ware (Malware) Jepang.

Penawaran ini digulirkan dalam bentuk kerjasama antar lembaga CERT Asia Pasific dan dunia, Computer Emergency & Response Team, yakni lembaga pengawas internet di setiap negara di dunia yang sudah mencapai 197 tim di 45 negara, termasuk Indonesia yang diwakili oleh ID-SIRTII.

IGN Mantra, Analis Senior Keamanan Jaringan dan Pemantau Trafik Internet ID-SIRTII mengatakan, latar belakang ajakan Jepang tersebut lantaran semakin meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia--yang telah mencapai 25 juta pengguna di akhir 2008, serta diiringi melonjaknya jumlah serangan kepada infrastruktur internet Indonesia dengan rata-rata satu juta serangan per hari, baik lokal maupun global.

"Tawaran ini berbentuk belajar pertahanan cyber di Malware Lab. Seperti kita ketahui hacker yang mengirimkan Malware ke seluruh server internet di dunia ini, berharap program jahat tersebut dapat dikendalikannya jika berhasil masuk ke dalam system internet."

Lalu apa saja yang bisa dipelajari di Lab. Malware Jepang tersebut? Pertama, terkait karakteristik malware itu sendiri yang memiliki beberapa kategori, low, medium dan high risk impact kepada sistem jaringan.

Kedua, bagaimana malware tersebut menyerang dan mengendalikan sistem yang sudah terinfeksi. "Nah, ini tergantung malware yang dianalisis. Biasanya akan diisolir bila ketahuan masuk ke dalam jaringan dan menghentikannya," tukas Mantra.

Ketiga, bagaimana cara bertahan terhadap serangan malware. Hal ini biasanya bersifat preventif, yakni memperkuat sistem jaringan dan selalu mencari dan menutup celah (vulnerability) yang digunakan hacker untuk masuk.

Jepang memberikan tawaran kepada dua pemuda Indonesia untuk belajar selama tiga sampai enam bulan di negeri Sakura, dengan harapan selesai belajar mereka menjadi tenaga ahli yang dibutuhkan Indonesia untuk semakin memperkuat pertahanan cybernya.

"Karena kesempatan hanya diberikan kepada dua orang dan animo mengikuti pendidikan itu begitu besar, maka seleksi tetap dilakukan kepada para kandidat dan dilakukan langsung oleh pihak Jepang," Mantra menandaskan.(Choi)

Sumber : Detikinet.com
Read full story

Senin, 20 Juli 2009

Code-cracking and computers

0 comments
Bletchley Park is best known for the work done on cracking the German codes and helping to bring World War II to a close far sooner than might have happened without those code breakers.

But many believe Bletchley should be celebrated not just for what it ended but also for what it started - namely the computer age.

The pioneering machines at Bletchley were created to help codebreakers cope with the enormous volume of enciphered material the Allies managed to intercept. The machine that arguably had the greatest influence in those early days of computing was Colossus - a re-built version of which now resides in the National Museum of Computing which is also on the Bletchley site.

Men and machine

The Enigma machines were used by the field units of the German Army, Navy and Airforce. But the communications between Hitler and his generals were protected by different machines: The Lorenz SZ40 and SZ42.

The German High Command used the Lorenz machine because it was so much faster than the Enigma, making it much easier to send large amounts of text. "For about 500 words Enigma was reasonable but for a whole report it was hopeless," said Jack Copeland, professor of philosophy at the University of Canterbury in New Zealand, director of the Turing Archive and a man with a passionate interest in the Bletchley Park computers.

The Allies first picked up the stream of enciphered traffic, dubbed Tunny, in 1940. The importance of the material it contained soon became apparent. Like Enigma, the Lorenz machines enciphered text by mixing it with characters generated by a series of pinwheels.

"We broke wheel patterns for a whole year before Colossus came in," said Captain Jerry Roberts, one of the codebreakers who deciphered Tunny traffic at Bletchley. "Because of the rapid expansion in the use of Tunny, our efforts were no longer enough and we had to have the machines in to do a better job."

The man who made Colossus was Post Office engineer Tommy Flowers, who had instantly impressed Alan Turing when asked by the maverick mathematician to design a machine to help him in his war work. But, said Capt Roberts, Flowers could not have built his machine without the astonishing work of Cambridge mathematician Bill Tutte.

"I remember seeing him staring into the middle distance and twiddling his pencil and I wondered if he was earning his corn," said Capt Roberts. But it soon became apparent that he was.

"He figured out how the Lorenz machine worked without ever having seen one and he worked out the algorithm that broke the traffic on a day-to-day basis," said Capt Roberts. "If there had not been Bill Tutte, there would not have been any need for Tommy Flowers," he said. "The computer would have happened later. Much later."

Valve trouble

Prof Copeland said Tommy Flowers faced scepticism from Bletchley Park staff and others that his idea for a high-speed computer employing thousands of valves would ever work.

"Flowers was very much swimming against the current as valves were only being used in small units," he said. "But the idea of using large numbers of valves reliably was Tommy Flowers' big thing. He'd experimented and knew how to control the parameters."

The close co-operation between the human translators and the machines meant that the Allies got a close look at the intimate thoughts of the German High Command. Information gleaned from Tunny was passed to the Russians and was instrumental in helping it defeat the Germans at Kursk - widely seen as one of the turning points of WWII. The greater legacy is the influence of Colossus on the origins of the computer age.

"Tommy Flowers was the key figure for everything that happened subsequently in British computers," said Prof Copeland. After the war Bletchley veterans Alan Turing and Max Newman separately did more work on computers using the basic designs and plans seen in Colossus.

Turing worked on the Automatic Computing Engine for the British government and Newman helped to bring to life the Manchester Small Scale Experimental Machine - widely acknowledged as the first stored program computer. The work that went into Colossus also shaped the thinking of others such as Maurice Wilkes, Freddie Williams, Tom Kilburn and many others - essentially the whole cast of characters from whom early British computing arose. (Choi)

Source : news.bbc.co.uk
Read full story

Jumat, 17 Juli 2009

Twitter Dibobol, Ratusan Dokumen Penting Dicuri

0 comments
Jakarta - Twitter kecolongan. Ratusan dokumen penting dan sensitif miliknya di-hack. Tak hanya itu, dokumen-dokumen colongan tersebut disebarkan dan dipublikasikan ke
sejumlah blog.

Cracker yang berhasil membuat Twitter pontang panting ini, melancarkan aksi mereka melalui akses ke akun Google Apps yang dimiliki salah satu karyawan Twitter.

Entah bagaimana cara si cracker bisa menembus akun tersebut. Bisa jadi dia hanya menebak-nebak passwordnya, atau asal menjawab pertanyaan keamanan yang ada.

Yang pasti akun Google Apps yang berisi sejumlah file-file penting, dalam bentuk e-mail perusahaan, word processing, spreadsheet, kalendar dan lain-lain, kini
berhasil dimiliki si pelaku. Salah satu dokumen tersebut berisi mengenai proyeksi finansial dan produk-produk Twitter.

File-file tersebut sifatnya sangat sensitif bagi Twitter Inc. karena salah satu akibat dari pencurian ini adalah kemungkinan rusaknya relasi dengan partner.

Tak hanya dicuri, lebih parahnya, sejumlah dokumen tersebut oleh si pelaku ditawarkan ke sejumlah blog teknologi penting untuk dipublikasikan.

Tak ingin semakin menjadi, Twitterpun kini mengambil langkah hukum. Salah satu pihak Twitter mengatakan, "Kami sedang berkomunikasi dengan penasihat hukum tentang apa tujuan pencuri ini bagi Twitter, hacker dan siapapun yang menerimanya atau mempublikasikan dokumen-dokumen curian tersebut." (Choi)

Sumber : Detikinet.com
Read full story

Kamis, 16 Juli 2009

Apple Blokir Akses iTunes untuk Palm Pre

0 comments
SAN FRANSISCO - Pupus sudah harapan Palm Pre untuk menghadirkan layanan sinkronisasi dengan iTune Apple. Sejak kemarin, Apple telah memutuskan untuk menutup akses iTunes untuk ponsel cerdas yang menjadi saingannya tersebut.

Mulanya Palm Pre sangat bangga mengumumkan bahwa ponsel besutannya bisa memiliki fungsi download seperti iPhone. Mereka mengklaim, Pre bisa bersinkronisasi dengan berbagai aplikasi yang diperuntukkan bagi iPhone dan iPod besutan Apple.

Hal ini menarik perhatian konsumen, mengingat meski tidak ada campur tangan Apple dalam pembuatan Pre, namun ponsel cerdas tersebut memiliki kemampuan sangat serupa dengan Apple.

Pengguna Pre tentunya sangat senang dengan fasilitas ini, meski tidak menggunakan iPhone atau iPod, namun mereka bisa turut menikmati layanan yang sama dengan para pengguna handset Apple. Sayangnya kegembiraan itu hanya berlangsung sebentar karena Apple dengan segera menutup fitur ini agar tidak bisa diakses oleh mereka yang bukan konsumen Apple.

"Kami memutuskan untuk mematikan fitur ini. Sungguh aneh melihat handset yang berpura-pura berlaku seperti handset produksi Apple termasuk salah satunya Palm Pre," kata juru bicara Apple, Tom Neumayr.

Apple rupanya tidak senang akan hal ini, tentu ini akan merugikan mereka. Pasalnya, Apple menciptakan berbagai aplikasi tersebut secara eksklusif diperuntukkan hanya bagi pengguna iPhone dan iPod. (choi)

Sumber : Okezone.com
Read full story

Rabu, 15 Juli 2009

Jepang Gembleng Pertahanan Cyber Indonesia

0 comments
Jakarta - Indonesia mendapat bala bantuan dari Jepang dalam mempersiapkan pertahanan cybernya. Bantuan tersebut diberikan gratis dalam bentuk Training Secure Programming dari Japan Computer Emergency & Response Team/Coodination Center (Japan CERT).

MoU antar kedua negara dilakukan ketika delegasi Jepang berkunjung ke Indonesia dan diwakili oleh Deputi Director JP-CERT, Keisuke Kamata hari Selasa (14/7/2009). Sementara dari pihak Indonesia diwakili Ketua ID-SIRTII Eko Indrajit.

IGN Mantra, Analis Senior Keamanan Jaringan dan Pemantau Trafik Internet ID-SIRTII mengatakan, pelatihan gratis ini berupa Secure Programming C/C++, baik aplikasi maupun tips dan triknya. Instruktur yang diterjunkan langsung diimpor dari Jepang.

"Training akan diadakan di Jakarta dan peserta yang diharapkan adalah memiliki latar belakang programming C/C++, baik profesional atau mahasiswa, tujuannya adalah memperkuat pertahanan cyber internet Indonesia,".

Ditambahkan Eko, latar belakang pelatihan gratis ini karena melihat begitu besarnya serangan internet ke Indonesia. "Siapa lagi yang dapat membuat pertahanan cyber ini kalau tidak generasi mudanya yang melek teknologi informasi, jadi diharapkan dapat mengejar India yang sangat fokus untuk mengembangkan industri teknologi informasinya," jelasnya.

Lantaran jumlah kursi untuk pelatihan yang rencananya digelar pada Oktober ini tidak banyak, maka ID-SIRTII akan melakukan seleksi kepada para peserta. "Sebab, bila tidak diseleksi kemungkinan besar akan sangat banyak pesertanya dan menyulitkan sisi administrasinya," pungkas Mantra. (Choi)

Sumber : Detikinet.com
Read full story

Selasa, 07 Juli 2009

3 Langkah 'Menambal' Celah Keamanan Microsoft

0 comments
Jakarta - Kini pihak Microsoft tengah lakukan investigasi, terkait masalah kerentanan pada Microsoft Video ActiveX Control. Pasalnya para 'dedemit maya' telah sukses menembus celah kemanan, melalui sistem tersebut.

ActiveX controls sendiri adalah sistem Microsoft yang memungkinkan distribusi aplikasi yang bekerja di internet melalui web browser. Contohnya aplikasi untuk mengumpulkan data, melihat file dan mendisplay animasi ataupun video berbasis internet.

Mengenai update keamanan terbaru mereka, yakni Microsoft Security Advisory (972890), berikut ini adalah 3 langkah untuk 'menambal' lubang tersebut:

1. Kunjungi Situs Microsoft 2. Download file dari Microsoft berikut ini. 3. Setelah selesai mengunduh segera jalankan file .msi tersebut untuk menonaktifkan ActiveX control. Untuk mengembalikan settingan awal, download dan jalankan file .msi dari link 'Disable workaround' tersebut.


Dibawah ini adalah daftar sistem operasi Microsoft yang sangat rentan tersebut:

Microsoft Windows Server 2003 Service Pack 2 :

* Microsoft Windows Server 2003, Standard Edition (32-bit x86)
* Microsoft Windows Server 2003, Enterprise Edition (32-bit x86)
* Microsoft Windows Server 2003, Datacenter Edition (32-bit x86)
* Microsoft Windows Server 2003, Web Edition
* Microsoft Windows Server 2003, Datacenter x64 Edition
* Microsoft Windows Server 2003, Enterprise x64 Edition
* Microsoft Windows Server 2003, Standard x64 Edition
* Microsoft Windows XP Professional x64 Edition
* Microsoft Windows Server 2003, Datacenter Edition for Itanium-Based Systems
* Microsoft Windows Server 2003, Enterprise Edition for Itanium-based Systems


Microsoft Windows XP Service Pack 2 :

* Microsoft Windows XP Home Edition
* Microsoft Windows XP Professional

Microsoft Windows XP Service Pack 3 :

* Microsoft Windows XP Home Edition
* Microsoft Windows XP Professional
(Choi)

SUmber : Detikinet.com
Read full story

Senin, 06 Juli 2009

Baru Rilis, iPhone 3GS Sudah Kebobolan

0 comments
Jakarta - Baru dua minggu iPhone 3GS memulai debutnya, seorang pemuda sudah berhasil menelurkan aplikasi yang mampu membobol perangkat tersebut. Alhasil, program dan aplikasi di luar Apple pun bisa bebas melenggang.

Ini bukan kali pertama George Hotz, 19 -demikian nama pemuda tersebut- melakukan aksi pembobolan iPhone. Saat berusia 16 tahun, pemuda dari New Jersey ini bergabung dengan tim yang meng-unlock (mengoprek) iPhone generasi pertama. Perangkat oprekan tersebut bisa beroperasi dengan SIM card apa saja.

Kemudian Hotz mempublikasikan kesuksesannya mengoprek di blog. Rupanya banyak yang berminat dengan iPhone oprekan tersebut. iPhone itu akhirnya dibarter Hotz dengan tiga iPhone reguler dan sebuah Nissan 350Z.

Kini Hotz membeberkan langkah-langkah untuk membobol iPhone 3GS dan sesumbar bahwa langkah untuk membobol Mac OS akan segera tersedia. (Choi)

Sumber : Detikinet.com
Read full story

Rabu, 01 Juli 2009

Sudah Amankan Laptop Anda?

0 comments
PARA pengguna laptop dihadapkan pada bahaya besar. Mobilitas pada laptop mini itu menjadi pedang bermata dua ketika keamanan data di dalamnya mulai terancam.

Bayangkan, betapa jengkelnya ketika orang lain dengan seenaknya membuka, melihat, mengamati data-data atau file bersifat pribadi dalam laptop. Kejadian ini bukan hanya dialami beberapa orang, melainkan hampir semua pengguna laptop. Akses log in yang hanya mengandalkan password dirasa kurang cukup.

Semakin besarnya kemungkinan "pelanggaran privasi" itu diperparah dengan menjamurnya netbook, laptop mini yang cukup handy. Dengan ukuran dan berat yang memungkinkan dibawa ke mana saja, netbook adalah salah satu gadget paling rawan diutak-atik pengguna lain selain ponsel.

Marini Zumarnis, artis yang selalu membawa ASUS Eee PC 701 putih, mengakui keamanan data pada laptop kini semakin rawan. Terutama di kalangan artis, yang kini mulai banyak penyalahgunaan data oleh orang lain.

"Ngeri juga ketika banyak foto artis yang tiba-tiba tersebar di internet. Ini perlu diperhatikan," ujarnya.

Kendati demikian, artis berwajah lembut ini mengaku belum begitu memperhatikan sistem keamanan untuk laptopnya. Dia cukup mewaspadai siapa saja yang akan menggunakan barang yang dianggapnya sangat personal itu.

"Saya membatasi data-data.Kalau memang sangat privasi, mungkin tidak akan saya masukkan pada harddisk di laptop, atau bisa juga dipassword kan?" bebernya.

Lagipula, dirinya mengaku penggunaan laptop hanya untuk browsing sambil mengenali wajah artis-artis muda yang semakin banyak.

Atau kadang memanfaatkan mini notebook-nya sebagai pemandu ke tempat-tempat berlibur dengan bantuan mesin pencari. Memang, sebagai peranti mobile, keamanan data di dalam laptop mulai diperhatikan. Laptop mudah diakses oleh siapa pun, sama seperti ponsel. Padahal, tak jarang data-data di dalamnya bukan hanya rahasia, juga sangatlah penting dan bersifat pribadi.

Itulah sebabnya, berbagai fitur safety ditawarkan oleh produsen netbook maupun notebook. Maklum, password yang selama ini "ditanyakan" ketika log in, kini tak lagi safe. Banyak yang mampu "menjebol" password, dengan coba-coba, atau bahkan software khusus.

Hampir semua produsen laptop dunia serius memperhatikan soal ini. Fujitsu, penyedia laptop kelas premium, bahkan menganggap security atau keamanan laptop berada selevel dengan fitur-fitur lain yang ditawarkan. Menurut Erna Fitriastuti, Product Marketing Nexcomtech, authorized distributor Fujitsu di Indonesia, keamanan adalah bagian utama perhatian Fujitsu. Apalagi, Fujitsu terkenal dengan produk berlevel tinggi.

"Kami menganggap keamanan harganya lebih mahal daripada notebook itu sendiri," sebutnya.

Selain memberi perlindungan dengan password, Fujitsu sudah mengadopsi teknologi finger print. Sensor sidik jari ini memang sudah lama diterapkan. Namun, Fujitsu mengembangkannya dengan lebih spesifik.

Kata Erna, dalam beberapa laptop Fujitsu, perlindungan juga dilakukan untuk sejumlah file penting lewat fingerprint. "Jadi, fingerprint tidak hanya dipakai dalam akses masuk pertama (log in) kali saja, tetapi juga untuk membuka file, memasuki Windows, atau bahkan membuka website," sebutnya.

Selain fingerprint, sistem keamanan pada laptop yang kini juga sedang gencar dikenalkan adalah deteksi wajah. Nah, bisa dibayangkan, untuk mengakses sebuah laptop, detektor akan dengan cerdas mengamati pahatan wajah si pengguna. Tak hanya satu orang, memori juga akan menyimpan beberapa wajah bila memang dibutuhkan. Canggihnya, jika memang ada orang yang berusaha mengakses laptop, wajahnya akan tersimpan dalam memori. Kamera akan bekerja seperti webcam, mengintai jika ada gelagat mencurigakan. Gotcha! Ketahuan.

Lenovo adalah produsen notebook pertama yang menciptakan teknologi ini. Pengenalannya sudah dilakukan tahun lalu, dan kini Lenovo semakin gencar memasarkannya. Produsen lain ternyata mengekor. Tercatat Toshiba mulai mengunakan teknologi deteksi wajah. Sony Vaio, juga melakukan hal serupa. Karena memang pelanggannya adalah para pebisnis yang menggap data sebagai sesuatu yang penting.

Matthew Kohut, Ambassador Lenovo, sudah berujar soal ini dalam launching salah satu varian Lenovo terbaru beberapa waktu lalu.

Ketika itu, dia berbicara soal tren penyederhanaan akses password yang acapkali dilupakan pengguna netbook. Maka diterapkanlah password antilupa berdasarkan teknologi pengenalan wajah pemilik notebook, yakni VeriFace face recognition.

"Password-nya adalah wajah, dan mendukung banyak pengguna. Ini akan menjadi tren dan berkembang sesuai kondisi. Karena memang pada masa sekarang, keamanan adalah hal penting. Seperti mobil dengan kunci khusus," sebut Kohut.

Yang terbaru adalah Livedetection, untuk mencegah seseorang "mengakali" teknologi VeriFace dengan menyodorkan foto. Teknologi ini akan memeriksa gerakan kepala dan karakteristik lain untuk menentukan apakah itu memang benar penggunanya atau hanya sebuah gambar.

"Selain itu, sekarang mereka yang tidak mendapat akses bisa meninggalkan pesan video untuk dilihat pemilik notebook nantinya," katanya.

Jadi, sekarang tinggal kebutuhan yang menentukan. Akan seperti apa teknologi keamanan dalam laptop kita. (Choi)

Sumber : okezone.com
Read full story

Ditekan AS, China Tunda Sensor Situs Porno

0 comments
Beijing - Diserbu protes bertubi, China akhirnya menunda penerapan kebijakan sensor komputer untuk membendung pornografi dan konten terlarang lainnya. Rencananya pada 1 Juli, semua komputer yang terjual di negeri Tirai Bambu sudah harus dilengkapi software sensor.

Akan tetapi protes dari Amerika Serikat dan perusahaan komputer memaksa China menunda aturan 'wajib install' software bernama Green Dam-Youth Escort.

Kementerian Teknologi Informasi China menyatakan, penundaan dilakukan untuk memenuhi permintaan vendor komputer yang meminta waktu lebih banyak. Tak disebutkan kapan penundaan ini akan berakhir.

Grup bisnis komputer Amerika seperti Hewlett Packard, Dell sampai Microsoft memang telah berdiskusi dengan pemerintah China. Mereka berpendapat, Green Dam kemungkinan bakal mengancam sekuriti komputer sehingga perlu ditinjau ulang.

Selain itu, install software Green Dam dikhawatirkan mengganggu performa komputer selain tentunya dinilai dapat merenggut kebebasan informasi rakyat China

Pemerintah Amerika Serikat juga getol memperingatkan agar China memikirkan kembali kebijakan sensor itu. Sebab selain berisiko mengganggu hubungan dagang antara AS dan China juga mungkin melanggar aturan organisasi dagang dunia, World Trade Organization. (Choi)

Sumber : Detikinet.com
Read full story

Jumat, 26 Juni 2009

Mengenal Microsoft Security Essentials

0 comments
Jakarta - Microsoft Security Essentials adalah anti virus gratis besutan Microsoft. versi beta dari produk ini sudah tersedia bagi sistem operasi Windows 7 Beta dan RC (32 atau 64 bit), Vista RTM, SP1 dan SP2 serta Windows XP SP3 32 bit.

Antivirus gratis ini diklaim menjanjikan proteksi tingkat tinggi terhadap virus dan spyware, termasuk Trojan, Worm dan beberapa malware lainnya. Dan yang paling penting ini semua diberikan secara cuma-cuma alias gratis.

Microsoft Security Essentials ini adalah suksesor dari Windows Live OneCare. Pada tahun 2008, software ini memiliki nama lain yaitu Morro.

Tertarik ? Silakan mengunduh pada situs Microsoft berikut ini. (Choi)

Sumber : Detikinet.com
Read full story

Daftar 100 Malware Terganas!

0 comments
Jakarta - Serangan malware kian menggila. Ada begitu banyak jenis malware yang mengintai dan siap menyerang pengguna komputer.

Berikut daftar nama-nama malware terganas yang beredar di Indonesia periode 18 Juni 2009-25 Juni 2009, menurut laporan Kaspersky Lab:

1. Net-Worm.Win32.Kido.ih ( 41.9714%)
2. Exploit.Win32.SqlShell.a (9.7527%)
3. HEUR:Trojan.Win32.Generic (7.6628%)
4. Heur.Win32.Trojan.Generic (3.309%)
5. Trojan.Win32.FraudPack.owo (3.1%)
6. Trojan-Downloader.Win32.Agent.cgns (2.5427%)
7. Trojan.Win32.Agent.cltm (1.846%)
8. Trojan.Win32.FraudPack.oxv (1.7416%)
9. Trojan-Dropper.Win32.Small.axv (1.5674%)
10. Trojan.Win32.FraudPack.ovx (1.5674%)
11. Trojan-PSW.Win32.Agent.nfo (1.3236%)
12. Trojan.Win32.Buzus.bhqc (1.2539%)
13. Trojan.Win32.Agent2.kov (1.1494%)
14. Net-Worm.Win32.Kido.dam.y (1.1146%)
15. Heur.Win32.Invader (0.8708%)
16. Net-Worm.Win32.Kido.eo (0.8011%)
17. Trojan.Win32.Monder.cmwt (0.8011%)
18. Trojan-GameThief.Win32.Magania.bfru (0.7315%)
19. Trojan-Downloader.Win32.Agent.ansh (0.6618%)
20. Trojan-Dropper.Win32.Agent.zje (0.5921%
21. Trojan-Downloader.Win32.Agent.cgew (0.5921%)
22. Trojan-Downloader.Win32.Agent.wxq (0.5573%)
23. not-a-virus:Porn-Dialer.Win32.InstantAccess.f(0.5573%)
24. Trojan-GameThief.Win32.Magania.bfrp (0.5225%)
25. Trojan-Downloader.Win32.Small.jvl (0.5225%)
26. Net-Worm.Win32.Koobface.d (0.4528%)
27. Trojan-Downloader.Win32.Injecter.cqd (0.418%)
28. HEUR:Trojan-Downloader.Win32.Generic (0.3831%)
29. Virus.Win32.Sality.aa (0.3135%)
30. not-a-virus:AdWare.Win32.Relevant.n (0.3135%)
31. Trojan-GameThief.Win32.Magania.bfdq ( 0.2786%)
32. not-a-virus:AdWare.Win32.Agent.lmz (0.2786%)
33. not-a-virus:AdWare.Win32.Shopper.l (0.209%)
34. Trojan-GameThief.Win32.Magania.bful (0.209%)
35. Trojan-GameThief.Win32.WOW.bie (0.209%)
36. not-a-virus:WebToolbar.Win32.FenomenGame.pxu (0.1742%)
37. Trojan-Dropper.Win32.Small.dhn (0.1742%)
38. Exploit.Win32.DCom.ad
39. Trojan-GameThief.Win32.Magania.bffe (0.1742%)
40. Trojan-GameThief.Win32.Magania.bfws (0.1742%)
41. Trojan-Banker.Win32.Banker.aifb (0.1742%)
42. Packed.Win32.Black.d (0.1742%)
43. Trojan.Win32.Agent.cgof (0.1393%)
44. Trojan-Dropper.Win32.Small.ayg (0.1393%)
45. Trojan-Downloader.Win32.FraudLoad.wcby (0.1393%)
46. Trojan-Downloader.Win32.Small.jwq ( 0.1393%)
47. Trojan-GameThief.Win32.OnLineGames.bktw ( 0.1393%)
48. MultiPacked.Multi.Generic (0.1393%)
49. HEUR:Backdoor.Win32.Generic (0.1045%
50. Suspicious.Win32.Packer (0.1045%)
51. Virus.Win32.Virut.ce (0.1045%)
52. Backdoor.Win32.IEbooot.dfe (0.1045%)
53. Trojan-Downloader.Win32.FraudLoad.erj ( 0.1045%)
54. Trojan-Dropper.Win32.Agent.atvx (0.1045%)
55. Backdoor.Win32.Agent.ahwn (0.1045%)
56. Multi.Win32.Packed (0.1045%)
57. HEUR:Trojan.Win32.Invader (0.1045%)
58. Trojan.Win32.Agent.abud (0.1045%)
59. Backdoor.Win32.Poison.ahgc (0.1045%)
60. Trojan-GameThief.Win32.Magania.bfsy (0.1045%)
61. Trojan-Downloader.Win32.Agent.cdid ( 0.1045%)
62. Trojan.Win32.Stuh.pdm (0.1045%)
63. Trojan.Win32.Buzus.bigq (0.1045%)
64. Backdoor.Win32.Small.icr (0.1045%)
65. Backdoor.Win32.Agent.ahgv (0.1045%)
66. Trojan.Win32.Agent.cngn (0.1045%)
67. Backdoor.Win32.Hupigon.aovn (0.1045%)
68. Trojan-Dropper.Win32.Agent.atmg ( 0.1045%)
69. Packed.Win32.Black.a (0.1045%)
70. HackTool.MSIL.KKFinder.q (0.0697%)
71. Trojan-Downloader.Win32.Small.aliy (0.0697%)
72. not-a-virus:AdWare.Win32.Webdir.e (0.0697%)
73. Email-Worm.Win32.Joleee.bwu (0.0697%)
74. HEUR:Virus.Win32.Generic (0.0697%)
75. Trojan-Dropper.Win32.Small.cdw (0.0697%)
76. Trojan.Win32.Agent.cccr (0.0697%)
77. Trojan.Win32.Midgare.mqa (0.0697%)
78. Backdoor.Win32.Bifrose.aknz (0.0697%)
79. Trojan.Win32.Agent.cmud (0.0697%)
80. not-a-virus:AdWare.Win32.Shopper.v (0.0697%)
81. Backdoor.Win32.Bifrose.fpb (0.0697%)
82. Trojan-Mailfinder.Win32.Mailbot.ec
83. Trojan.Win32.Agent.cjxh (0.0697%)
84. Trojan-Spy.Win32.Zbot.xdj (0.0697%)
85. P2P-Worm.Win32.Archivarius.b (0.0697%)
86. Virus.Win32.Sality.z (0.0697%)
87. HEUR:Worm.Win32.Generic (0.0697%)
88. Trojan-Dropper.Win32.Mudrop.ask (0.0697%)
89. Trojan.Win32.Agent2.hxw (0.0697%)
90. Trojan.Win32.Agent.cmnr (0.0697%)
91. Trojan.Win32.Agent.rzw (0.0697%)
92. Trojan-Downloader.Win32.FraudLoad.eki (0.0697%)
93. Trojan-Downloader.JS.Agent.gj (0.0697%)
94. not-a-virus:AdWare.Win32.AlexaBar.n (0.0697%)
95. Trojan.Win32.KillWin.pi (0.0697%)
96. not-a-virus:AdWare.Win32.Chiem.c (0.0697%)
97. Net-Worm.Win32.Kido.cy
98. Trojan-Downloader.Win32.Agent.cgaw(0.0348%)
99. Trojan-Dropper.Win32.Mudrop.aso (0.0348%)
100. Packed.Win32.Krap.c (0.0348%)
(Choi)

Sumber : Detikinet.com
Read full story

Kamis, 25 Juni 2009

China Tidak Main-main Blokir Google

0 comments
BEIJING - Pengguna internet di China sama sekali tidak bisa mengakses Google. Pemblokiran Google di China memakan waktu lebih dari dua jam.

China nampaknya tidak main-main dengan pernyataannya tempo hari. Minggu lalu China meminta Google untuk menonaktifkan fitur yang merujuk pada konten-konten pornografi, provokasi dan hal negatif lainnya.

Nyatanya sekarang pengguna internet di China bukan saja tidak bisa nmengakses konten-konten pornografi, melainkan tidak bisa mengakses situs Google sama sekali.

Pemblokiran berlangsung pada kemarin malam. Namun pemblokiran tersebut berlaku pada Google berbahasa Inggris, sementara Google berbahasa China yang beralamat di google.cn sama sekali tidak terpengaruh oleh pemblokiran ini.

Pihak Google belum memberikan pernyataan terkait pemblokiran oleh pemerintah China. Namun mereka mengakui mendapatkan banyak laporan dari para pengguna di China yang mengeluhkan hal ini.

"Google menerima laporan dari para pengguna di China bahwa google.com tidak dapat diakses dalam jangka waktu yang cukup lama. Namun kami belum mau berkomentar lebih jauh mengenai hal ini," demikian ungkap juru bicara Google yang tak mau disebutkan namanya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan dari China Daily yang memuat berita ini mengatakan, juru bicara Google membenarkan adanya pembatasan layanan Google di China namun enggan berspekulasi pada kasus pemblokiran tersebut.

Pemblokiran ini tak hanya mematikan akses ke situs namun juga sejumlah layanan Google lain seperti Gmail. Google berjanji layanan Google di China baik yang berbahasa Inggris maupun berbahasa China akan normal kembali pada Sabtu pekan ini.

Minggu lalu Google berjanji akan menuruti permintaan pemerintah China untuk mematikan fitur yang mengarahkan ke link berisi konten-konten pornografi. Nampaknya penghentian akses Google untuk sementara waktu, masih terkait dengan kebijakan tersebut.

Di sisi lain, China pun telah berjanji untuk memerangi pornografi dan konten-konten provokatif lainnya. Berbagai upaya selain pemblokiran Google, China pun memberlakukan peranti lunak penyaring konten pada setiap komputer. (Choi)

Sumber : okezone.com
Read full story

China Wajibkan Instal Software Proteksi, Amerika Berang

0 comments
NEW YORK - Badan Perdagangan Amerika mengirimkan surat resmi kepada pemerintahan China. Intinya, mereka meminta China untuk menarik kembali aturan penginstalan software filter internet di komputer yang akan dijual.

Pemerintah China memerintahkan kepada semua vendor yang akan menjual komputernya ke negara ini untuk menginstal software filter internet bernama Green Dam Software. Langkah ini berlaku mulai tanggal 1 Juli 2009 hingga seterusnya. Sayangnya, badan perdagangan Amerika menolak langkah tersebut.

"China membuat para produsen komputer tidak memiliki pilihan lain untuk melakukan hal tersebut. Bahkan mereka tidak mempublikasikan hal ini ke masyarakt umum karena software sensor ini akan membungkam para pengguna internet," ujar Sekretaris Perdagangan Amerka Gary Locke.

Ditambahkan Perwakilan Perdagangan Amerika Ron Kirk, langkah China yang mendesak seluruh produsen menyematkan software filter jaringan di komputer mereka akan berakibat pada matinya kebebasan berpendapat dan menimbulkan isu baru dalam dunia perdagangan global.

Namun pemerintah China berkata lain. Mereka mengklaim langkah penyematan software itu sangat diperlukan untuk memprotek remaja dan anak-anak pengguna internet dari konten porno dan tidak layak. Dengan kata lain, teknologi filter dalam software ini dapat memblokir situs yang tidak diinginkan, termasuk situs berbau politik dan provokatif.

Amerika mengatakan, peraturan ini dianggap melanggar kebijakan yang telah dikeluarkan oleh Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organisation/WTO) karena mengharuskan satu produk tertentu untuk diinstal ke dalam komputer yang akan dijual.

"Melindungi anak-ana dari konten yang tidak pantas memang suatu hal yang sangat disarankan. Namun langkah yang dilakukan China sepertinya memiliki misi yang lebih luas dari sekedar memblokir konten porno," ujar Kirk. (Choi)

Sumber : okezone.com
Read full story

Minggu, 21 Juni 2009

China Minta Google Blokir Pornografi

0 comments

CALIFORNIA - Pemerintah China meminta Google akan menonaktifkan fitur pencarian yang merujuk pada konten pornografi. Hal ini dilakukan bukan saja sebagai bagian dari upaya memerangi pornografi namun juga untuk semakin memperketat sensorship internet di China pasca kisruh peringatan 20 tahun tragedi Tiananmen.

Google telah lama menghadapi dilema yang sulit dengan China. Permintaan China ini bertentangan dengan keinginan Google untuk menyediakan akses informasi seluas-luasnya bagi para pengguna Google. Hal ini juga akan sangat mungkin berdampak pada penurunan saham keuntungan Google.

Menanggapi hal ini, Google masih menampakkan sikap enggan untuk menuruti keinginan China. Pada awal Juni, China juga meminta Google untuk memblokir seluruh hasil pencarian terkait perayaan Tiananmen. Pemerintah China khawatir internet akan memprovokasi mereka untuk membentuk gerakan perlawanan terhadap pemerintah terkait tragedi berdarah yang terjadi pada 1989.

"Dalam hal ini, Google akan adakan diskusi dengan China untuk membahas penyediaan layanan konten pornografi dan segala hal yang dianggap dapat memprovokasi anak muda di China," kata juru bicara Google.

Melalui juru bicaranya, Google juga menyatakan keberatan soal peranti lunak anti pornografi yang akan diberlakukan di seluruh komputer di China.

"Kami telah melakukan segala upaya dengan memilih konten yang kami sajikan termasuk pornografi. Kami telah sesuaikan konten yang kami sajikan terkait masalah ini," tambah juru bicara Google.

Upaya China dalam memperketat sensorship internet tidak hanya pada pemblokiran Google. Rencananya mulai awal Juli China akan berlakukan peraturan yang mengharuskan seluruh komputer di China dilengkapi dengan peranti lunak Green Dam Youth Escort. (Choi)


Sumber : Okezone.com
Read full story

Jumat, 19 Juni 2009

Pemerintah Inggris Mulai Sensor Game yang Beredar

0 comments
LONDON - Inggris selangkah lebih maju dalam hal sistem regulasi game. Pemerintahan Inggris mengatakan akan menerapkan sistem Pan European Game Information (PEGI) untuk membantu konsumen game memilih produk video game.

Regulasi ini menggantikan peranan British Board of Film Classification (BBFC) yang sebelumnya turut mengatur proses pengelompokkan video game. Pengumuman ini juga sekaligus merupakan penerapan baru yang menandakan pembaharuan dalam dunia digital di Inggris.

Berdasarkan laporan dari Digital Britain, penerapan sistem ini diharapkan dapat meningkatkan proses pengelompokkan produk-produk video game sehingga memudahkan konsumen dalam memilih produk game yang berkualitas.

"Setiap produk video game yang telah melalui proses seleksi oleh PEGI akan memiliki logo yang menandakan jenis video game," kata juru bicara Digital Brain.

"Lebih jauh lagi, kami berharap agar hal ini bisa diterapkan di seluruh Inggris. Menurut kami sistem PEGI menyediakan solusi internasional bagi regulasi konten game," tambah juru bicara itu.

Penerapan dan pengelolaan PEGI dilaksanakan oleh para produsen game itu sendiri. Mereka akan menyertakan simbol-simbol yang merekomendasikan batas usia dan juga deskripsi konten setiap video game.

PEGI dinilai memiliki fleksibilitas yang diperlukan untuk beradaptasi dengan tantangan revolusi teknologi yang berkembang pesat di sektor game serta akan sangat efektif jika diterapkan juga dalam dunia online. (Choi)

Sumber : Okezone.com
Read full story

Antivirus Gratisan Microsoft, Ancam Symantec?

0 comments
BOSTON - Antivirus gratisan dari Microsoft diprediksi para analis akan mengancam kelangsungan perusahaan antivirus eksisting seperti Symantec, McAfee dan lainnya.

"Rencana Microsoft untuk menggelontorkan antivirus tak berbayar merupakan berita yang sangat baik bagi konsumen. Namun kabar ini rupanya tidak cukup menyenangkan bagi kompetitor," ujar analis industri PC dari Endpoint Technologies Associates Roger Kay.

Ketidaksenangan ini rupanya terlontar dari salah satu perusahaan antivirus besar di dunia. Melalui Direktur Senior Symantec Dave Cole, perusahaan itu mengatakan bahwa produk antivirus dan antispyware milik Microsoft tersebut telah menyalahartikan arti software keamanan yang sebenarnya.

"Pengguna PC membutuhkan keamanan jaringan super ketat, ekstra proteksi firewall, pemberantas spam, dan fitur lainnya yang hanya bisa didapatkan melalui program keamanan berlangganan," ujar Cole.

Namun Microsoft membantah perusahaannya akan berkompetisi langsung dengan Symantec, McAfee atau yang lainnya. Salah satu tujuan diadakannya software gratisan ini, ujar juru bicara Microsoft Theresa Burch, adalah untuk memberikan kenyamanan pada pengguna PC yang belum sempat membeli antivirus untuk PC-nya.

Bahkan Microsoft menegaskan, antivirus ini hanya digunakan untuk memerangi software-software pembawa virus yang berpotensi membahayakan PC. Sedangkan full poteksi seperti enkripsi, firewall, data backup, dan parental control, tetap akan mengandalkan dukungan dari perusahaan antivirus ternama.

Namun analis dari Enderle Group, Rob Enderle mengatakan, konsumen tidak mementingkan fitur-fitur tersebut karena yang terpenting bagi mereka adalah pola gratisan yang ditawarkan.

"Jika ada sesuatu yang bagus dan ditawarkan gratis, untuk apa kita mesti membeli?" tandas Enderle.

Kekhawatiran ini cukup beralasan. Pasalnya, Microsoft menawarkan produk antivirus sama dengan yang biasa ditawarkan oleh Symantec, McAfee dan Trend Micro dengan biaya berlangganan sekira USD40 per tahun. (Choi)

Sumber : Okezone.com
Read full story

China Klarifikasi Rencana Filter Web

0 comments
BEIJING - Rencana China memberlakukan peranti lunak untuk memblokir sejumlah situs pada komputer baru, menimbulkan protes dari berbagai kalangan. Gelombang protes memaksa China untuk mengklarifikasi apakah peraturan itu harus diterapkan pada semua komputer.

Rencananya, mulai 1 Juli, setiap komputer yang dijual di China harus dilengkapi oleh peranti lunak Green Dam Youth Escort.

Peranti lunak ini dirancang untuk mencegah pengguna komputer mengakses situs-situs berbahaya yang berisi konten dengan unsur pornografi, kekerasan, SARA dan lain sebagainya.

Namun rencana ini rupanya menimbulkan kritik dari berbagai kalangan di China. Mereka memaksa agar pemerintah mengklarifikasi lebih lanjut soal kebijakan yang akan diterapkan ini.

Sementara itu, Jinhui Computer System Engineering dan Beijing Dazheng Human Language Technology Academy yang menciptakan Green Dam Youth Escort mengatakan peranti ini bisa di uninstall. Namun mereka tidak menyebutkan apakah mereka yang tidak menerapkan peranti ini akan dikenai sanksi atau tidak.

Menanggapi hal ini, juru bicara Ministry of Industry and Information Technology (MIIT) China menjernihkan keadaan dengan mengatakan bahwa masyarakat tak perlu khawatir akan pemberlakuan peraturan ini.

"Sebenarnya penggunaan peranti lunak ini tidak diwajibkan. Siapapun yang tidak menggunakan Green Dam Youth Escort tidak akan dikenai sanksi dari pemerintah," kata juru bicara tersebut. (Choi)

Sumber : Okezone.com
Read full story
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Linkedin Yahoo! Bookmarks Google Buzz Google Reddit Mixx Technorati RSS Favorites
 

Blog Archive

News Technology Computer © 2008 Business Ads Ready is Designed by Choi Rozs Supported by Blogger